Optimis Bisnis Bursa Sajadah di Tahun Pilkada 2018

Optimis Bisnis Bursa Sajadah di Tahun Pilkada 2018
 Heera Syahir Karim Vasandani
 01 Januari 2018 16:48:53 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Meski disadari pertumbuhan industri ritel  dalam negeri melambat seiring perubahan pola konsumen di Indonesia. Namun bagi pengusaha ritel sajadah dan perlengkapan haji bertajuk "Bursa Sajadah" ini suatu tantangan dan peluang bisnis yang menarik.

"Saya optimis, bisnis bursa sajadah kami di tahun pilkada 2018 bakal semarak dan insya Allah meningkat," tegas Heera Syahir Karim Vasandani, pemilik dan pengusaha bisnis retail sajadah dan perlengkapan haji khas yang sudah mendunia ini.

Berbincang dengannya di tempat bisnis ritel miliknya di Jalan Saharjo, Jakarta Selatan di penghujung akhir tahun 2017 kemarin malam, semangat bisnis dan harapannya terhadap geliat ekonomi dan bisnis di tahun depan tampak menggelora sekali.

Hal ini terlihat dari tatapan mata bisnisnya dan hitung-hitungan yang diprediksi dirinya sebagai pebisnis yang mafum akuntasi dan ekonomi yang dipelajarinya di Perth, Australia sebelum menekuni bisnis yang dipercayakan ayahnya kepadanya.

Data (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) Aprindo menyebutkan tren pertumbuhan industri ritel terus menurun sejak tahun 2013 silam, itu disadari Heera, perempuan energik dan penuh senyum ini. Disebutkan, di tahun 2017 industri ritel hanya mengalami pertumbuhan 3,7 persen sedangkan tahun sebelumnya masih di atas 10 persen.

Kendati demikian, bagi Heera Syahir Karim Vasandani atau lebih akrab disapa Heera SKV ini, pertumbuhan industri ritel tahun 2017 meski agak mengalami perlambatan.Toh ini suatu tantangan bisnis yang harus disyukuri dan memicu semangat bergerak maju.

"Harapannya pertumbuhannya lebih meningkat dan lebih  riil meski ada geliat pesta demokrasi dalam pilkada di tahun depan," papar Alumni Finance dan Accounting Curtin University of Technology serta pemilik jaringan usaha di beberapa perusahaan yang menyediakan perlengkapan haji dan umroh, pernak perniknya serta busana muslim dalam berbagai gaya ini.

Optimis Heera SKV, pemimpin sedikitnya 300 karyawan ini, tahun depan adalah tantangan dan peluang bisnis baginya. Dia berharap Pilkada bukan saja mengusung janji kampanye tapi membuka jaringan usaha apa saja dalam bentuk memberikan cinderamata seperti sajadah besutan tangannya serta karyawannya.

"Berharap sih, hadiah kampanye adalah sajadah atau perlengkapan ibadah yang kami produksi, kan itu bermanfaat untuk memberikan mereka yang membutuhkan perlengkapan ibadahnya," kata perempuan penerus bisnis sajadah yang sudah bertransformasi menjadi jaringan swalayan profesional pertama di bidang penyedia "oleh-oleh" haji ini.

Apalagi, lanjut Heera yang juga ‘Wealth Coaching’ ini, dirinya juga siap mendampingi pengelolaan kekayaan secara profesional, namun tetap dengan sentuhan pengalaman praktisi bisnis dan investasi sejati.

Pengalamannya menetap dan berkarir secara profesional di Australia sebelum terjun sebagai wirausaha, itu bekal yang bisa membantu siapa saja yang memiliki sumber penghasilan, bisnis dan investasi yang tersebar di berbagai negara.

Harapan Heera SKV , tahun 2018 adalah tahun pertumbuhan industri ritel yang bisa berimbas pada terjaganya harga energi baik listrik maupun bahan bakar minyak, serta penurunan suku bunga Bank Indonesia dan terjaganya iklim investasi yang lebih positif lagi.

"Saya optimis peluang investasi dan bisnis ritel akan lebih maju dan bangkit lagi," ujarnya menutup perbincangan dengannya tentang bisnis ritel di tahun 2018.

Sejak diluncurkan tahun 2000 di Bandung hingga saat ini, Bursa Sajadah telah memiliki 9 cabang usaha yang tersebar di 8 kota di antaranya Bandung, Jakarta, Bekasi, Bogor,  Malang, Surabaya dan Solo. Selain unit usaha toko, bisnis sajadah ini juga dilakukan secara online sejak dua tahun belakangan ini.

Tak berlebihanlah kalau jaringan toko retel ‘one stop shopping’ beragam produk muslim www.bursasajadah.com ini sudah menjadi portal belanja daring yang memiliki pasar bukan saja di Indonesia namun juga di beberapa negara tetangga seperti Pakistan, Singapura, Malaysia dan Brunei Darusalam.

***(K7-1)


Berita Terkait