Mitra Garment Harap Hari Buruh Tingkatkan Kesejahteraan Karyawan

Mitra Garment Harap Hari Buruh Tingkatkan Kesejahteraan Karyawan
 Gedung pabrik PT Mitra Garindo Perkasa (Dok. Kabar7)
 30 April 2018 21:27:23 wib
Share :

Kabar7, Bogor - PT Mitra Garindo Perkasa salah satu pabrik industri garment di Kabupaten Bogor, mengharapkan peringatan Hari Buruh 1 Mei 2018 menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan yang harus disoroti oleh pemerintah daerah maupun pusat serta pihak terkait.

"Ke depan karyawan-karyawan yang ada di Kabupaten Bogor semakin sejahtera, tapi itu tergantung pada pengawasan dari serikat buruh, Disnaker, Apindo dan anggota dewan yang berkompeten di bidangnya," kata HRD PT Mitra Garindo Perkasa Tumpal Butar Butar saat ditemui di sela kesibukannya, Bogor, Senin (30/4/2018).

Menurut dia, seorang HRD harus memahami teori, Undang-Undang Tenaga Kerja dan paham praktek di lapangan. Paham juga mengelola keuangan agar tidak merugikan perusahaan.

"Upah atau gaji di perusahaan kami dari tahun 2000 sudah memberlakukan ketetapan gubernur atau pemerintah. Kami tidak pernah melakukan penangguhan pembayaran gaji pada karyawan, kalaupun ada itu sifatnya hanya coba-coba saja, karna pada akhirnya kami bayarkan juga sesuai dengan UMK yang berlaku," jelas Tumpal.

PT Mitra Garindo Perkasa sebuah pabrik industri garment beberapa merk di antaranya Converse, Polo, Quicksilver, Dc, Roxy, Reebok, Diadora, Nike, Adidas, Barby, berada di Jl Pancasila V No 21, Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Apalagi di tahun 2018 upah minimum kabupaten/kota (UMK) Bogor sebesar Rp3.484.000 harus sudah dibayarkan seperti itu. Jumlah karyawan di perusahaan kami 650 orang, semuanya sudah berstatus karyawan tetap. Tidak ada istilah karyawan kontrak, outsorsing dan atau yang lain-lain," ujarnya.

Dia mengungkapkan, sejak tahun 2010 pihaknya tidak menerapkan sistem karyawan kontrak atau outsorsing.

"Yang ada kami buat surat perjanjian kerja atau tiga bulan itu untuk perekrutan karyawan baru, kalau karyawan baru itu bagus maka setelah tiga bulan, kami naikan statusnya menjadi karyawan tetap, tapi kalau emang tidak bagus ya tidak kami rekrut," ungkapnya.

Ditanya terkait perizinan perusahaan tersebut, dia menjelaskan bahwa semua syarat dan ketentuan telah disepakati dan kelengkapan sesuai perundang-undangan.

"Perizinan kami lengkap sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Republik (Indonesia) ini, IMB ada, HO juga ada," jelasnya pula.

Disinggung pengolahan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), menurut dia, PT Mitra bukan limbah cair dikarenakan garment tersebut hanya limbah kering.

"Di antaranya potongan kain, lampu-lampu bekas yang sudah tidak terpakai, kaleng- kaleng bekas cat, dan oli bekas. Itu semua sudah diakomodir di areal kami sendiri karna ada gudang yang berukuran 2x3 meter persegi, dan kami sudah mendpat izin dari Dinas Lingkungan Hidup (Kabupaten Bogor)," jelasnya lagi.

(deva)