Mentawai Gempa Tujuh Kali Sejak Dini Hari

Mentawai Gempa Tujuh Kali Sejak Dini Hari
 Ilustrasi (Istimewa)
 05 April 2018 09:20:50 wib
Share :

Kabar7, Padang - Kabupaten Kepulauan Mentawai diguncang gempa tujuh kali sejak Kamis dini hari hingga pukul 06.46 WIB menurut pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang. 

"Dari ketujuh gempa itu, tiga di antaranya berkekuatan di atas empat Skala Richter," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang Rahmat Triyono saat dihubungi dari Padang.

Rahman menyebutkan gempa pertama yang berkekuatan 4,3 SR terjadi pukul 00.16 WIB dan berpusat di 101 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai pada kedalaman 27 kilometer.

Gempa kedua berkekuatan 4,5 SR menyusul pukul 01.37 WIB di 101 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman 33 kilometer.

Gempa ketiga kekuatannya 3,3 SR dan terjadi pukul 01.48 WIB di 106 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai, dan gempa keempat dengan magnitudonya 3,6 SR terjadi pukul 05.13 WIB di 110 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman 53 kilometer.

Gempa yang keenam terjadi pukul 06.19 WIB di 102 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman delapan kilometer dengan kekuatan tiga SR, dan yang keenam berkekuatan 2,8 SR.

Pukul 06:46 WIB gempa ketujuh terjadi dengan magnitudonya 4,8 SR, berpusat pada kedalaman 42 kilometer di laut 105 km tenggara Kepulauan Mentawai. Getarannya dirasakan di Siberut dan Tuapejat.

Rahmat menjelaskan gempa itu terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng di Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Mentawai, jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia yang memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara.

Menurut peta guncangan, gempa-gempa bumi kali ini dirasakan di Pulau Siberut dan Pulau Pagai.

"Masyarakat Mentawai diimbau tidak panik karena gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," tambahnya.

Selama 2017, BMKG mencatat 409 gempa bumi tektonik mengguncang Sumatera Barat, meningkat dibanding 2016 yang menyaksikan 195 kejadian gempa.

Pakar Gempa dari Universitas Andalas Dr Badrul Mustafa menyarankan pemerintah mendorong daerah-daerah yang rawan bencana gempa dan tsunami meningkatkan kesiapsiagaan fisik maupun non-fisik dalam menghadapi bencana untuk menghindari kerugian dan korban.

(antara)