Mendagri Telah Siapkan Antisipasi Konflik Pilkada

Mendagri Telah Siapkan Antisipasi Konflik Pilkada
 Mendagri Tjahjo Kumolo (istimewa)
 09 November 2017 19:49:56 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi guna meredam kemungkinan dan pontensi konflik terkair pemilihan kelapa daerah (pilkada) serentak 2018.

"Ya itu sosialisasi, jangan sampai yang kalah tidak menerima putusan MK. Mereka kan tidak paham, tahapan-tahapan hukum harus dipahami," kata Tjahjo Kumolo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Sebagai antisipasi konflik-konflik yang mungkin muncul menjelang tahun politik, Tjahjo terus melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait.

Ia juga telah memetakan wilayah rawan terjadinya konflik saat pilkada. Pemetaan ini dilakukan secara sinergi bersama lembaga terkait seperti Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) dan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

Ia menegaskan, pemerintah optimistis karena KPU, Bawaslu, Kepolisian, BIN dan TNI terus bekerjasama mengamankan pemilu. Pilkada serentak sebelumnya pun dapat berjalan lancar. 

"Memang ada satu-dua yang bermasalah, tapi enggak apa. Ini menarik karena pilkada serentak tahun depan itu ada 171 yang beraroma pemilu legislatif dan pilpres sehingga masing-masing instansi terkait memetakan secermat mungkin," katanya, dilansir dari Antaranews.

Mendagri menyatakan fokus ke tingkat partisipasi pemilih yang meningkat. Selain itu, dia juga tak ingin ada politik uang dalam pilkada nantinya.

"Pada 2015 itu ada 70 persen, 2016 jadi 74 persen, kami harap 2018 itu 78 persen. Kedua, harus dilawan juga politik uang, itu akan merusak demokrasi kita, mengganggu pencarian tokoh yang amanah," tuturnya.

(**)