Mencegah Radikalisme dan Terorisme Menjadi Tanggungjawab Bersama

Mencegah Radikalisme dan Terorisme Menjadi Tanggungjawab Bersama
 Mendagri Tjahjo Kumolo (*)
 18 Oktober 2017 13:14:44 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menghadiri acara Pemantapan Program Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional Bagi Aparat Pemerintah dan Aparat Teritorial di Daerah.

Acara tersebut berlangsung di kawasan Kalibata, Jakarta, Rabu (18/10/2017). Pada kesempatan itu, Tjahjo menyampaikan pentingnya seluruh masyarakat mewaspadai munculnya paham radikalisme dan terorisme.

Ancaman terhadap paham itu bukan hanya tanggung jawab Polri atau TNI. Tapi seluruh pihak harus ikut menjaga Indonesia dari paham yang berpotenai memecah belah persatuan bangsa.

"Radikalisme, terorisme, ini bukan tanggungjawab TNI/Polri tapi kita bersama," tegas Tjahjo.

Undang-Undang di Indonesia memang memberi kebebasan dalam berhimpun hingga mendirikan organisasi kemasyarakatan. Tapi, ditegaskan Tjahjo, organisasi atau perhimpunan yang dibuat tidak boleh bertentangan dengan Pancasilas dan Pilar Kebangsaan lainnya.

"Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 final dan harga mati," tegasnya.

Karena semuanya sudah final, mantan Sekjen PDIP ini berharap agar tidak ada lagi ormas yang ingin menggeser Pancasila sebagai ideologi bangsa dengan paham lainnya.

Jika nantinya tetap muncul ormas dengan maksud demikian, maka pemerintah akan mengambil langkah tegas dengan membubarkannya. Pemerintah juga telah memiliki regulasi yakni Perppu Ormas guna menangkal ormas yang tak sejalan dengan Pancasila.

"Perppu ini bukan untuk menekan kelompok, tapi negara wajib buat aturan yang tegas untuk melindungi Indonesia," tuturnya, dikutip dari Tribunnews.

(**)