Media Online Indonesia Deklarasikan PWO

Media Online Indonesia Deklarasikan PWO
 (Dok. Kabar7)
 09 April 2018 15:44:25 wib
Share :

Kabar7, Bogor - Media online yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia mendeklarasikan Perkumpulan Wartawan Online (PWO) berlangsung di Hotel Dirga Cibulan Puncak Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (8/4/2018).

Inisiator sekaligus Plt Ketua Umum PWO Independent, Marnala Manurung dalam sambutanya mengatakan bahwa tujuan dari deklarasi sebagai wadah berhimpunnya seluruh wartawan online di seluruh pelosok Tanah Air.

“Kita harus saling bergandengan tangan meningkatkan kemampun, menjalankan Kode Etik Jurnalistik dan sanggup berkomitmen tidak membuat berita bohong, sehingga dapat menimbulkan berita hoax,” katanya.

Sementara itu, Mayjen TNI (purn) Hendardjie Soepandji berpesan di era digitalisasi zaman media online berperan sangat penting sebagai corong Informasi dan sangat kuat saat pada era ini untuk memberikan sumber berita alternatif.

"Sebagai media imformasi dinilai cukup efektif karena cepat, aktual dan mudah di akses. Makanya wartawan online yang menjadi pelakunya dituntut untuk memiliki kemampuan jurnalisnya yang profesional dan berkualitas," ujarnya.

Di sisi lain, lanjutnya, media online banyak muncul yang legalitas tidak bisa diandalkan sesuai aturan dan undang-undang. Sehingga, pradigma dalam masyarakat wartawannya pun terkesan hanya mengandalkan kartu id card pers.

“Ini tidak bisa dipungkiri lagi karena SDMnya tidak bisa diandalkan, baik dalam teknis penulisan karena belum memenuhi aturan Kode Etik Jurnalistik," jelasnya.

Menurut dia, dengan itulah PWO Independen sengaja hadir menjadi wadah organisasi wartawan online sebagai inovasi yang power full untuk memperjuangkan hak-hak wartawan online. Siap memberikan kontribusi baik sumber daya manusia kewartawanan, perlindungan hukum serta lainnya, agar cerminan jatidiri sebagai wartawan jelas.

Selain itu, Ketua Umum IPJI Taufiq Rachman menyatakan bahwa profesionalisme sebagian wartawan online dalam melakukan tugas sangat dibutuhkan langkah yang komunikatif, investigatif, dan aspiratif.

“Dan dalam mencari beritapun wartawan online harus tetap menjungjung Kode Etik Jurnalistik dan ini menjadi kunci utama, berita yang disajikan kepada publik jangan hoax atau hate spech. Sebaliknya, tegas, aktual, berimbang serta profesional,” jelasnya.

Menurut dia, tak dapat disangkal ketika wartawan menjalankan tugas jurnalisnya bukan tidak sedikit yang mengalami intimidasi, penghalangan bahkan sampai pada penganiayaan.

“Dalam hal ini PWO Independen menjadi garda depan melakukan pembelaan apapun konsekwensinya PWO Independen tetap melakukan perlindungan sesuai aturan hukum," ungkapnya.

"Yang jelas PWO Independen adalah menjadi wadah pemersatu bagi wartawan seluruh Indonesia dan yang pasti berkomitmen untuk mewujudkan marwah wartawan agar lebih berkualitas sejahtera serta bermartabat," pungkasnya.

Dalam acara tersebut turut hadir di antaranya, Ketua Dewan Penasehat IPJI Mayjen TNI (purn) Hendardjie Soepandji, Ketua Umum IPJI Taufiq Rachman, Ketua Umum BPAN Rika serta perwakilan wartawan online dari seluruh Indonesia.

(hidayat)