MAU JADI TKI? IKUTI PROSEDUR RESMI

MAU JADI TKI? IKUTI PROSEDUR RESMI
 ilustrasi (istimewa)
 07 April 2017 17:56:03 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyampaikan setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan di dalam ataupun di luar negeri.

Namun Hanif menghimbau khususnya mereka yang ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk mencari nafkah di negara orang, diwajibkan mengikuti proses resmi.

"Bekerja di luar negeri adalah hak warga negara dan pemerintah hadir untuk melindungi hak tersebut. Tapi jangan pernah berangkat atau pulang dengan jalur ilegal, gunakan selalu jalur resmi," ujar Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/4/2017).

Karena dengan melalui jalur resmi sesuai prosedur pemerintah, maka negera akan lebih mudah dalam melakukan perlindungan terhadap TKI.

Hal tersebut sesuai dengan Nawacita, di mana pada butir pertama berbunyi negara akan hadir untuk mengurus segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara.

Pemerintah juga melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mengupayakan peningkatan pelayanan dan keamanan terhadap TKI. Di antaranya yakni lewat Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di daerah.

Dibuatnya pelayanan tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kepastian dalam pelayanan penempatan TKI.

Ada pula upaya lain yang digagas pemerintah yakni dengan dibentuknya Satuan Tugas Pencegahan TKI non-prosedura. Satgas ini dibentuk pada tahun 2014 silam.

Adapun yang tergabung dalam satgas tersebut ialah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Imigrasi, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan, Kepolisian dan BP3TKI.

Satgas ini juga telah bekerja nyata. Pada tahun 2016 saja satuaan yang terdiri dari berbagai unsur itu berhasil menggagalkan keberangkatan TKI ilegal sebanyak 1.310 orang.

Kemudian pada 2015, Satgas TKI non-prosedural juga berhasil menggagalkan keberangkatan TKI ilegal sebanyak 1.584 orang.

(hd/**)