Masih Banyak Terjadi Inefisiensi di APBN dan APBD

Masih Banyak Terjadi Inefisiensi di APBN dan APBD
 Presiden Joko Widodo (istimewa)
 14 September 2017 12:56:37 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017, di Istana Negara, pada hari Kamis (14/9/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan saat ini masih banyak terjadi inefisiensi baik di APBN maupun di APBD.

"Saya sudah cek satu per satu, banyak sekali inefisiensi itu. Setiap kegiatan yang ada, coba dilihat satu per satu, tidak jelas hasil yang akan dicapai," kata Jokowi.

Presiden menuturkan, masih banyak kegiatan yang tidak jelas hasilnya, yang tujuan dan sasarannya tidak berorientasi pada hasil.

Kegiatan-kegiatan tersebut, lanjutnya, hanya berorientasi asal menyelesaikan laporan, SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) sudah, dah rampung. Sementara sasaran tidak berorientasi pada hasil.

"Hati-hati dengan ini, percuma kita membuat kegiatan-kegiatan, program-program, tapi hasilnya tidak kelihatan," tegas Jokowi.

Ia juga menyindir banyak sekali yang ukuran-ukuran kinerjanya tidak jelas. Kemudian juga banyak tidak ada keterkaitan program dengan sasaran pembangunan. Lepas sendiri-sendiri. Kemudian kalau dirinci lagi, tidak sesuai dengan maksud kegiatan.

"Kemana nggak jelas juga. Inilah saya kira banyak inefisiensi di APBN/APBD yang perlu kita perbaiki besar-besaran," tuturnya dikutip dari Setkab.

(**)