Maruf Amin Didoakan Jadi Pemimpin Nasional

Maruf Amin Didoakan Jadi Pemimpin Nasional
 (istimewa)
 06 Oktober 2018 12:16:58 wib
Share :

Kabar7, Tarutung - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin yang didampingi istri Wury Estu Handayani, mendapat penghargaan dipakaikan ulos dan didoakan menjadi pemimpin nasional.

Peristiwa itu terjadi saat KH Ma'ruf Amin menghadiri undangan sebagai tokoh bangsa ke acara Rapat Majelis Pekerja Sinode Huria Kristen Batak Protestan (MPS HKBP), di Kantor Pusat HKBP, di Pearaja, Terutung, Tapanuli Utara, Jumat petang (5/10/2018).

Ephorus HKBP, Pendeta Darwin Lumban Tobing, sebelum memakaikan ulos kepada Kiai Ma'ruf dan istri, mengatakan, bagi masyarakat batak dipakaikan ulos itu bermakna sebagai doa dan pengharapan kepada Tuhan.

"Kami memberikan kepada bapak dan ibu. Kami berharap, kami berdoa, kami bercita-cita, agar segala rencana bapak dan ibu, menjadi wakil presiden Republik Indonesia, kiranya Tuhan meridhoi, kiranya Tuhan mengabulkan, kiranya Tuhan meluluskan rencana itu," kata Pendeta Darwin.

Darwin menambahkan, jika Ephorus memberi ulos ini, di manapun kami berada, kami selalu mendukung dan berdoa untuk bapak.

Pada kesempatan tersebut, Pedeta Darwin didampingi pengurus HKBP lainnya memberikan ulos berukuran besar kepada KH Ma'ruf Amin beserta istri yang dipakaikan dari bagian pundak.

"Dengan memberikan ulos ini, kami selalu mendoakan kemanapun bapak dan istri pergi, selalu mendapat kebaikan," ujarnya.

Pendeta Darwin menegaskan, kunjungan Kiai Ma'ruf ke Kantor Pusat HKBP di Pearaja, Tarutung, Sumatera Utara, akan membawa kebaikan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Ephorus HKBP juga memberikan kesempatan kepada KH Ma'ruf Amin untuk menyampaikan sambutannya. Kiai Ma'ruf saat itu bicara soal persatuan Indonesia dan kerukunan umat beragama.

Menurut dia, Indonesia yang masyarakat beragam tapi hidup rukun dan damai, karena memiliki Pancasila dan UUD 1945.

"Pancasila adalah kesepakatan yang menyatukan masyarakat Indonesia yang beragam," katanya.

Ma'ruf menambahkan, melalui Pancasila masyarakat Indonesia yang beragam, hidup rukun dan damai, karena adanya toleransi dan saling menghargai perbedaan.

"Saya menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menguatkan persatuan bangsa dan menghilangkan adanya riak-riak soal keragaman," katanya.

Ma'ruf mengingatkan, persatuan bangsa Indonesia akan kokoh serta kehidupan bermasyarakat akan rukun dan damai, jika semua elemen masyarakat saling toleransi dan menghargai perbedaan.

(antara)