Mantan Dirut Yule Ditahan Kejari Jaksel, Terkait Dugaan Pembobolan MKBD

Mantan Dirut Yule Ditahan Kejari Jaksel, Terkait Dugaan Pembobolan MKBD
 Kapuspenkum Kejagung Mukri (istimewa)
 14 Februari 2019 08:42:51 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Yuli Sekuritas Indonesia Tbk (Yule), L, dan JY, Direktur PT Jeje Yutrindo Utama/mantan pemegang saham pengendali PT Yule, ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya.

“Penahanan kedua tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana pasar modal pembobolan deposito modal kerja bersih disesuaikan (MKBD),” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Ia mengatakan, terhadap tersangka ketiga yakni JLY, mantan Komisaris PT Yule, kejaksaan tidak melakukan penahanan dengan alasan yang bersangkutan sudah berusia "uzur" yakni 71 tahun dan penyakit jantung.

"Setelah menerima berkas para tersangka, jaksa langsung melakukan penelitian terhadap berkas ketiga tersangka, baik syarat formil maupun materil. Hasilnya telah memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan,” katanya.

Mukri menjelaskan, terkait alasan penahanan ketiga tersangka tersebut, berdasarkan pertimbangan syarat obyektif dan subyektif penahanan sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 21 ayat (1), (4) KUHAP.

“Di antaranya tersangka diancam dengan pidana penjara lebih dari 5 tahun dan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana,” jelasnya.

Selain itu, kata Mukri, mantan Direktur Utama Yule, L ditahan  berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Nomor: B-85/O.1.14.3/Epp.2/2/2019 tanggal 7 Februari 2019.

Begitu pula dengan tersangka Direktur PT Jeje Yutrindo Utama atau mantan pemegang saham pengendali Yule, JY, ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Nomor: B-84/O.1.14.3/Epp.2/2/2019 tanggal 7 Februari 2019.

“Tersangka L dan JY ditahan di rumah tahanan negara Bareskrim Polri di Polda Metro Jaya selama 20 hari terhitung mulai tanggal 7 Februari 2019 sampai dengan 26 Februari 2019,” pungkasnya.

(Wem)