Mantan Direktur Umum Pertamina Diperiksa Soal Kasus Korupsi

Mantan Direktur Umum Pertamina Diperiksa Soal Kasus Korupsi
 Gedung Kejaksaan Agung (dok. kabar7)
 03 Oktober 2017 15:51:35 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Mantan Direktur Umum PT. Pertamina, Karen Galaila, diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi pada PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum, mengatakan yang bersangkutan telah diperiksa penyidik pidana khusus pada Senin (2/10/2017).

"Pemeriksaan pada pokoknya menerangkan terkait dengan proses keputusan dalam pembelian besaran hak partisipasi (Participating Interest) oleh PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009," kata Rum di Kejagung, Jakarta, Rabu (3/10/2017).

Sementara untuk diketahui, kasus ini bermula ketika PT. Pertamina (Persero) pada tahun 2009, melalui anak perusahaannya PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 % terhadap ROC Oil Ltd.

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar Rp. AUS $ 66,2 juta atau senilai Rp. 568 Miliar dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

Namun, ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada tanggal 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/ npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.

Sedangkan dalam upaya mengungkap kasus tersebut, kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 45 orang. Tapi hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.

(wem)