Legal PT Pertamina Diperiksa Kejagung Soal Kasus Korupsi

Legal PT Pertamina Diperiksa Kejagung Soal Kasus Korupsi
 Gedung Kejaksaan Agung (dok. kabar7)
 10 Oktober 2017 16:32:16 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Legal PT. Pertamina (persero), Cornelius Simanjuntak, diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) soal dugaan korupsi penyalahgunaan investasi pada PT. Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejagung M Rum, mengatakan Cornelius diperiksa sebagai saksi pada Senin (9/10/2017) kemarin.

"Sekitar pukul 10.00 Wib telah hadir Saksi memenuhi panggilan Penyidik dan dilakukan pemeriksaan pada pokoknya menerangkan mengenai proses ulasan (review) atas self purchase agreement (SPA) kontrak antara PT. Pertamina (persero) dengan pihak penjual," kata Rum di Kejagung, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Untuk diketahhui, kasus ini berawal saat PT. Pertamina (Persero) pada tahun 2009, melalui anak perusahaannya PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 % terhadap ROC Oil Ltd.

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar Rp. AUS $ 66,2 juta atau senilai Rp. 568 Miliar dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

Ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada tanggal 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/ npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.

Sementara, dalam upaya mengungkap kasus ini penyidik kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 49 orang. Namun hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

(wem)