Latsitardanus Mantapkan Kemanunggalan bersama Rakyat

Latsitardanus Mantapkan Kemanunggalan bersama Rakyat
 (Dok. Puspen)
 12 April 2018 20:23:28 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) dilaksanakan dalam rangka memupuk dan memantapkan kemanunggalan dengan rakyat dalam membantu pemerintah daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemampuan akademik serta menambah wawasan.

Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada upacara pembukaan Latsitardanus ke XXXVIII Tahun 2018, bertempat di Alun-Alun Serang, Banten, Kamis (12/4/2018).

Menurut dia, tujuan dari pelaksanaan kegiatan Latsitardanus ke XXXVIII Tahun 2018 untuk memberikan pembekalan kepada para Taruna dan Taruni dari Akademi Angkatan, Akademi Kepolisian, Praja IPDN dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sebagai kader pemimpin masa depan bangsa.

"Latsitardanus ke XXXVIII Tahun 2018 merupakan realisasi dari kurikulum pendidikan integratif antara Taruna dan Taruni Akmil, AAL, AAU dan Akpol tingkat akhir sebelum menyelesaikan tugas pendidikan, yang selanjutnya dilantik menjadi Perwira TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia," kata Panglima TNI.

Panglima TNI mengharapkan dengan kegiatan Latsitardanus dapat mengembangkan jiwa kejuangan, cinta Tanah Air serta semangat integrasi sebagai upaya membangun persatuan dan kesatuan generasi pemuda penerus kepemimpinan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Dia menyampaikan bahwa kegiatan Latsitardanus ke XXXVIII tahun 2018 dilaksanakan dalam bentuk Karya Bakti antara lain meliputi perbaikan dan pembuatan fasilitas umum bagi masyarakat, penyuluhan dalam bidang kecerdasan masyarakat, kesadaran bernegara dan bela negara, bahaya narkoba, ketahanan pangan serta bakti sosial melalui pengobatan dan khitanan massal.

"Latihan integrasi ini dilaksanakan lebih kurang satu bulan, di Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Serang dan Pandeglang," ucapnya.

Di hadapan peserta Latsitardanus ke XXXVIII, Panglima TNI menegaskan sebagai generasi penerus bangsa agar menunjukkan dan meningkatkan kualitas masing-masing selama pendidikan dan selama hayat dikandung badan, agar para Taruna-Taruni dari Akademi Angkatan dan Kepolisian, Praja IPDN serta mahasiswa nantinya menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang membawa kemajuan bagi masyarakat.

Panglima TNI menekankan sebagai insan yang beriman dan bertakwa agar senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap pelaksanaan tugas, laksanakan setiap penugasan dengan keikhlasan, kesungguhan dan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa, berbaur dan menyatulah dengan rakyat, pahami kearifan dan budaya luhur bangsa agar dapat menjadi pengemban amanat rakyat yang baik di masa mendatang.

Selain itu, lanjutnya, jadikan kesempatan ini sebagai peluang untuk mengembangkan wawasan kemampuan dan bekal dalam mengimplementasi aktualisasi dirinya nanti di masyarakat, serta bangun integrasi kerja sama dan kemanunggalan dengan segenap komponen bangsa untuk menghadapi tantangan masa mendatang demi keberhasilan pembangunan nasional.

Latsitardanus ke XXXVIII Tahun 2018 diikuti oleh 945 peserta terdiri dari Taruna-Taruni 225 Akmil, 102 AAL, 119 AAU, 279 Akpol dan 100 Praja IPDN serta 120 Mahasiswa dalam kegiatannya secara bersama-sama dengan masyarakat tersebar di empat wilayah yaitu Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang.

Sebelum melaksanakan upacara pembukaan Latsitardanus ke XXXVIII Tahun 2018, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melaksanakan silaturahmi dengan Tokoh Ulama Kharismatik Banten KH. Abuya Muhtadi Dimyathi, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat se-wilayah Banten, bertempat di Kantor Bupati Serang, Jl. Veteran No. 1, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Panglima TNI meminta kepada KH. Abuya Muhtadi Dimyathi untuk memimpin doa bersama agar pelaksanaan Latsitardanus di Provinsi Banten dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta mendoakan agar pemuda dan pemudi sebagai kader pemimpin berguna bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia dengan mendapat bimbingan dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

(silvya)