Langkah Menhub dan Polisi Cegah Macet Arus Balik

Langkah Menhub dan Polisi Cegah Macet Arus Balik
 Ilustrasi (istimewa)
 18 Juni 2018 20:38:34 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Polri melakukan sejumlah langkah untuk melancarkan arus balik Lebaran 2018. Beberapa skenario disiapkan di sejumlah titik jika kemacetan terjadi saat arus balik.

Menhub Budi Karya pun memiliki skenario di kawasasan Kalikuto. Hal itu diutarakan Budi saat memantau Jembatan Kalikuto, Batang, Jawa Tengah. Jembatan ini menghubungkan ruas Batang ke Kendal.

Menurut Budi, untuk mencegah panjangnya antrean, arus balik dari arah Kendal ke Batang harus dipecah. Artinya, harus ada arus lalin ke jalan arteri dan arus lalin yang tetap di jalan tol fungsional.

"Di atas di Kalikuto ada satu antrean yang tidak signifikan katakan mungkin 1 km. Ya karena di Kalikuto sebagian masuk di Jembatan Kalikuto, sebagian masyarakat ke jalan nasional. Nah ini satu hal yang musti kita pelajari dengan baik," ujarnya saat meninjau Jembatan Kalikuto, Senin (18/6/2018).

Polisi juga punya skenario untuk cegah macet di Tol Cikarang Utama. Polda Metro juga sudah berkoordinasi dengan Polda Jateng, Polda Jatim, dan Polda Jabar terkait arus balik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan cara yang dilakukan Polda Metro jika terjadi kemacetan di jalan tol adalah menambah 3 pintu tol di Cikarang Utama.

Kemudian, pihak Polda Metro juga sudah berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga terkait disediakannya pengisian e-toll di jalur-jalur tol di Pintu Tol Cikarang Utama.

"Kedua, kalau ada antrean di atas 5 km, kemudian kecepatan 0,5 km/jam kecepatannya nah ini perlu diantisipasi. Makanya dari Dirlantas Polda Metro dan jajarannya sudah komunikasi dengan Polda Jabar, Jateng, Jatim yang pertama kita lakukan pengalihan arus. Pengalihan arus bisa kita lakukan di Km 37 nanti kita keluarkan ke jalur arteri dan juga Km 35 jadi bisa ke arah Kalimalang kalau kita keluarkan di sana," kata Argo.

Selain itu, Poda Metro mengimbau para pemudik tidak terpaku untuk pulang menunggu pada tanggal 20. Argo mengimbau masyarakat pulang sebelum tanggal 20 agar tidak terjadi penumpukan kendaraan menuju Jakarta.

"Jangan pulang sama-sama karena masuk kerja tanggal 21, tapi rencanakan kepulangan ke Jakarta ini dipikirkan kira-kira kapan, jangan menunggu tanggal 20 karena bisa terjadi kemacetan tapi berpikir bagaimana tanggal 19-20 itu digunakan untuk pulang ke Jakarta," kata Argo.

(detik)


Berita Terkait