Kualitas Penyiaran di Indonesia Meningkat Selama 2017

Kualitas Penyiaran di Indonesia Meningkat Selama 2017
 (*)
 21 Desember 2017 18:06:46 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengadakan acara Refleksi Akhir Tahun 2017 di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017). Dalam acara tersebut, KPI mencatat ada peningkatan kualitas tayangan selama 2017.

Peningkatan itu dilihat dari adanya penurunan sanksi yang dikeluarkan KPI di tahun 2016 sebanyak 175 sanksi dan di tahun 2017 hanya sebanyak 82 sanksi.

"Sepanjang tahun 2017 sanksi berjumlah 82, terdiri 69 teguran tertulis pertama, 8 teguran tertulis kedua, 5 penghentian sementara," kata Komisioner KPI Pusat Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Hardly Stefano Pariela.

Peningkatan kualitas penyiaran itu dari tayangan televisi dan radio. Herdly menuturkan, adanya penurunan sanksi terhadap tayangan televisi, karena ada kebijakan KPI yang melakukan pendekatan dalam pengawasan isi siaran. Hardly mengatakan, siaran televisi lebih rawan melakukan pelanggaran.

"Televisi potensi tingkat pelanggarannya cukup tinggi karena media audio visual. Jadi potensi kesalahannya baik secara audio dan visual, kalau radio kenapa lebih sedikit karena dia audio saja," ujarnya, dilansir dari Detik.

Hardly juga menyinggung soal pelanggaran yang banyak terjadi pada siaran televisi. Menurutnya, hal itu terjadi karena adanya persaingan tayangan program atraktif. Sehingga ada batas regulasi yang dilanggar.

"Kenapa tingkat pelanggarannya cukup tinggi, karena persaingan industri televisi saat ini semakin ketat. Mereka berlomba-lomba menyajikan tontotnan yang atraktif, tanpa memperhatikan regulasi dan rambu-rambu yang harus dipatuhi," jelas Hardly.

Namun dia mengatakan dari tahun ke tahun ada peningkatan dari lembaga penyiaran untuk membuat program positif. Tingkat kepatuhan itu ada terjadi pada siaran televisi maupun radio.

"Kalau perbandingan dari tahun ke tahun bisa saya katakan, bahwa tahun ini tingkat kepatuhan seluruh lembaga penyiaran baik televisi maupun radio itu meningkat," paparnya.

(**)