KPAI Kampanye Stop Bullying

KPAI Kampanye Stop Bullying
 (istimewa)
 13 Mei 2018 14:58:06 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kampanye Stop Bullying! Yang digagas oleh KPAI dan Surya Film bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa bullying sangat mengerikan dampaknya, bagi siapapun, terlebih anak-anak. Kampanye stop bullying diadakan di arena Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Minggu (13/5/2018).

"KPAI mengapresiasi inisiasi Surya Film dengan mengajak para artis dan komedian Tanah Air untuk menyiarakan Stop Bullying. Peran para artis dan komedian dalam mempengaruhi para penggemarnya akan berdampak sangat signifikan dalam menyerukan stop bullying," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.

Menurut dia, bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan.

"Bullying biasanya terjadi berulang dalam jangka waktu yang cukup panjang dan umumnya ada relasi tak seimbang antara korban dengan pelaku bullying," ujarnya.

Dia menjelaskan, dampak bullying di dunia nyata maupun di dunia maya sama bahaya, bahkan beberapa kasus, korban memutuskan bunuh diri karena tidak tahan dibully.

"Tercatat, seorang siswi salah satu SMP di Kota Bekasi berinisial Vi memutuskan gantung diri setelah berbulan-bulan dihina sebagai anak tukang bubur," jelasnya.

Retno menambahkan beberapa kasus korban bully yang mencoba bunuh diri di Tegal, Jawa Tengah.

"EH, siswa kelas enam SD, mencoba bunuh diri. Bocah malang ini berusaha mengakhiri hidupnya sendiri karena malu belum membayar uang sekolah. Beruntung nyawa Eko berhasil ditolong," ucapnya.

Dia juga menambahkan, pada tahun 2017, EL (16), siswi di salah satu SMA negeri di Bangkinang, Kampar, Riau, ditemukan tewas tenggelam di sungai.

"Ada dugaan korban bunuh diri setelah tak tahan dibully teman-temannya di sekolah," ujarnya pula.

Menurut Retno, pihak keluarga EL menjelaskan kalau korban selama ini sudah minta pindah sekolah. Alasannya karena korban sering dibully kawan-kawannya.

"Bahkan sudah beberapa hari terakhir korban sudah tidak mau sekolah lagi. Korban mendesak pihak keluarga segera memindahkannya ke sekolah lain," jelas Retno.

Kampanye stop bullying berlangsung meriah diramaikan sejumlah nama populer di Tanah Air yakni Syahrini, Hotman Paris, Saykoji, Young lex, Tony Q, Joni Iskandar, Gugun, Ridwan Remin.

Turut meramaikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya sejumlah siswa dan guru yang berasal dari berbagai sekolah di Jakarta, SMAN 7, SMAN 29, SMAN 51, SMAN 53, SMAN 71, SMPN 167, SMPN 106.

Kemudian, SD Al Ma'ruf, SDN 02 Cakung, SMPN 62, SMPN 14, MtsN 14, SMP Darul Mukminin Merdeka, dan SMP Mahasiswa.

(deva)