Korupsi e-KTP, Novanto Tersangka Lagi

Korupsi e-KTP,  Novanto Tersangka Lagi
 Ketua DPR RI Setya Novanto (istimewa)
 10 November 2017 18:32:02 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penetapan tersangka Novanto disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat melakukan jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

Saut Situmorang diketahui sedang menghadapi pelaporan tim kuasa hukum Novanto ke Bareskrim Polri, atas kasus dugaan surat palsu dan penyalahan kewenangan. Tak hanya Saut, pimpinan KPK Agus Rahardjo dan beberapa penyidik KPK juga dilaporkan oleh pihak Novanto.

Tapi semua pihak KPK yang dilaporkan oleh kubu Novanto belum ada yang ditetapkan tersangka. Justru KPK lah yang lebih dulu menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

"Setelah proses penyelidikan dan terdapat bukti permulaan yang cukup dan melakukan gelar perkara akhir Oktober 2017, KPK menerbitkan surat perintah penyidikan pada 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN, anggota DPR RI," kata Saut dalam jumpa pers.

Novanto, dalam kasus e-KTP ini disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK sebelum juga pernah menetapkan ketua umum partau Golkar tersebut sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Namun status tersebut telah gugur setelah Novanto memenangkan praperadilan beberapa waktu yang lalu.

Pada penetapan sebelumnya, KPK menduga Novanto terlibat dalam korupsi proyek pengadaan e-KTP. Orang nomor satu di DPR ini diduga menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi. Ia juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan.

Dilansir dari Kompas, Novanto diduga ikut mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun. Dugaan keterlibatan Novanto dalam kasus e-KTP juga sudah terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor selama ini.

Novanto sudah berkali-kali diperiksa penyidik KPK dan bersaksi di pengadilan. Ia membantah terlibat atau menerima aliran dana korupsi e-KTP.

(**)