Korupsi di BKKBN, Kejagung Periksa Mantan Inspektur Utama

Korupsi di BKKBN, Kejagung Periksa Mantan Inspektur Utama
 Gedung Kejaksaan Agung (dok. kabar7)
 22 Agustus 2017 10:32:21 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap mantan Inspektur Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI (BKKBN RI), Mieke Sangian, Senin (21/8/2017) kemarin.

Mieke diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2014-2015.

"Pemeriksaan pada pokoknya menerangkan mengenai pengawasan yang dilakukan dalam pengadaan Susuk KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2014 dan pengadaan Susuk KB/ Implant Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2015 di BKKBN RI," jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, M Rum.

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/ Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 191.340.325.000, yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Pada saat proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam 1 (satu) kendali yakni, PT. Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang sehingga, harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi.

Dalam pengusutan kasus ini, Kejagung telah menetapkan tiga orang tersangka yakni YW, Direktur Utama PT. Triyasa Nagamas Farma. LW, Direktur PT. Djaja Bima Agung, dan KT, Pegawai Negeri Sipil (Kasi Penyediaan Sarana Program/ mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN).

Perhitungan sementara kerugian negara diperkirakan mencapai kurang lebih senilai Rp. 27.940.161.935,40, atas kasus ini.

Sementara dalam upaya mengembangkan kasus, Kejagung telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 21 orang.

(wem)