Korup Investasi Pertamina, Kejaksaan Kembali Periksa Saksi

Korup Investasi Pertamina, Kejaksaan Kembali Periksa Saksi
 Gedung Kejaksaan Agung (dok. kabar7)
 07 September 2017 10:24:16 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi pada PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009.

Setelah Selasa (5/9/2017) kemarin melakukan pemeriksaan terhadap Manager serta Sekretaris Merger dan Akuisisi Direktorat Hulu PT. Pertamina. Kali tim penyidik kejaksaan kembali memeriksa empat orang saksi.

Saksi-saksi tersebut yakni Sekretaris Senior Vice President Rencana Pengembangan Teknis Corporate Eva Klarissa Astried Nova, Senior Vice President Widyawan, Asisten Manager Corporate Action Evaluation Subsidiary & Join Venture Management Dini Nurhayati Saraswati, dan Senior Vice President Rencana Pengembangan Teknis Corporate Poerwotjahjono.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung M Rum, mengatakan yang bersangkutan telah diperiksa penyidik pidana khusus pada Rabu (6/9/2017) kemarin.

Saksi Eva Klarissa Astried Nova menerangkan mengenai surat masuk dan keluar serta mengarsipkan notulen rapat yang terkait dengan Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia.

Untuk saksi Widyawan menerangkan terkait prosedur investasi PT. Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009.

Kemudian saksi Dini Nurhayati Saraswati menerangkan mengenai rapat pada tanggal 19 Maret 2009 terkait dengan investasi PT. Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009.

"Dan saksi Poerwotjahjono menerangkan mengenai prosedur pembiayaan investasi PT. Pertamina," ungkap Rum di kantornya, Kamis (7/9/2017).

Sementara untuk diketahui, kasus ini bermula ketika PT. Pertamina (Persero) pada tahun 2009, melalui anak perusahaannya PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 % terhadap ROC Oil Ltd.

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar Rp. AUS $ 66,2 juta atau senilai Rp. 568 Miliar dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

Namun, ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada tanggal 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/ npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.

Sedangkan dalam upaya mengungkap kasus tersebut, kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 42 orang. Tapi hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.

(wem)