Komisi III Minta BNN Tes Urine Pegawai Pajak

Komisi III Minta BNN Tes Urine Pegawai Pajak
 ilustrasi (istimewa/dok. kb7)
 20 Oktober 2017 11:31:00 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian Dirjen Pajak Kantor Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Wahyu Nugroho ditangkap Polda Sulut atas dugaan kepemilikan puluhan gram sabu-sabu, Kamis (19/10/2017) kemarin.

Terkait kasus tersebut, anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan tes urine kepada seluruh pegawai Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak.

"BNN harus kembali melakukan tes urine untuk memastikan tidak adanya lagi penyalahgunaan narkoba. Wajib dilakukan untuk pembuktian bahwa pegawai pajak bersih dari narkoba," kata Sahroni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Mulai dari staf biasa hingga eselon I dan Dirjen Pajak sebagai pemberi contoh, menurut politisi fraksi Nasdem ini, harus menjalani tes urine.

Ia mengungkapkan, karena ulah seorang oknum citra Dirjen Pajak Kementerian Keuangan menjadi tercoreng. Terlebih narkoba yang menjadi barang bukti oknum tersebut tak sedikit.

"Sangat disayangkan petugas pajak melakukan perbuatan keji dengan menggunakan narkoba sabu-sabu dan tergolong banyak," ucapnya, dilansir dari Antaranews.

Sahroni juga mendesak Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Tak cuma itu, dirinya juga meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) turun tangan.

"Harus ditelusuri apakah dia sekedar pemakai atau tidak. Jangan-jangan dia pemasok narkoba untuk sekelompok orang. Saya selaku anggota Komisi III DPR meminta Polri, BNN, dan PPATK memeriksa secara serius," ucapnya.

Sementara, penangkapan seorang oknum ini dianggap menjadi tamparan keras Dirjen Pajak yang pada Mei tahun 2016 lalu menyatakan perang terhadap narkoba.

Ketika itu sebanyak 3.205 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menjalani tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Seluruh pegawai mulai dari Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, jajaran eselon I dan II, bahkan pemeriksa pajak tak luput dari tes urine yang dilakukan secara terbuka.

(**)