Kominfo dan Google Uji Coba "trusted flagger"

Kominfo dan Google Uji Coba
 ilustrasi (istimewa)
 04 Agustus 2017 15:21:22 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya menangkal konten-konten negatif yang beredar di dunia maya.

Salah satu yakni, Kominfo dan Google melakukan uji coba penggunaan trusted flagger (penanda yang terpercaya) pada aplikasi-aplikas milik Google seperti YouTube.

"Mulai akhir Juli, Google beserta Kominfo menerapkan suatu sistem yang disebut trusted flagger. Trusted flagger sekarang ini tahapnya sedang uji coba, pilot project, efektifnya mungkin 2-3 bulan lagi," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam konferensi pers usai bertemu pihak Google di Jakarta, Jumat (4/8/2017), dikutip dari Antaranews.

Melalui trusted flagger, respon Google terhadap konten-konten negatif di Indonesia diharapkan semakin efisien dan efektif.

Sebenarnya Google sudah memiliki flager (penanda) yang dapat digunakan untuk menandai konten-konten negatif.

Tapi Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintahan Google Asia Pasifik Ann Lavin mengatakan, untuk trusted flagger ini, Google berkerjasama dengan Kominfo dalam menangani konten negatif.

Nantinya beberapa organisasi sipil juga turut dilibatkan di dalamnya. Organisasi itu antara lain ialah ICT Watch, Wahid Institute dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

(**)