Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Terkait Kasus AHTS

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Terkait Kasus AHTS
 Gedung Kejaksaan Agung (dok. kabar7)
 09 Agustus 2017 16:43:32 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug and Supply (AHTS) di PT. Pertamina Trans Kontinental.

Tersangka tersebut yakni Direktur Utama PT. Vries Maritime Shipyard, AO. Status itu diterima AO berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-57/F.2/Fd.1/08/2017 tanggal 8 Agustus 2017.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung M Rum menerangkan, AO saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba. Ia akan mendekam disana selama 20 hari.

Ada dua alasana AO harus ditahan, yang pertama alasan obyektif yakni tersangka diancam hukuman penjara lebih dari lima tahun.

Kedua alasan subjektif yakni tersangka dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti hingga dapat mempersulit proses penyidikan.

"Tersangka AO disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Rum di kantornya, Rabu (9/8/2017).

Sebelum AO, kejaksaan terlebih dahulu menetapkan tersangka dalam kasus ini. Ia adalah S, mantan Direktur Utama PT. Pertamina Trans Kontinental (periode Juni 2010 – Juli 2012).

Tersangka S ditetapkan berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-19/F.2/Fd.1/06/2017 tanggal 2 Juni 2017.

Sementara dalam upaya pengembangan kasus ini, penyidik kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 30 orang.

(wem)