Kejagung bersama Kejati Malut Tangkap Buronan Korupsi Rumput Laut

Kejagung bersama Kejati Malut Tangkap Buronan Korupsi Rumput Laut
 Terpidana kasus korupsi rumput laut. (istimewa)
 30 Januari 2019 23:21:39 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara berhasil menangkap terpidana buronan kasus korupsi rumput laut di Morotai tahun 2009 yang merugikan negara senilai Rp2,7 miliar. Buronan tersebut adalah Chandra Kipu.

"Program tabur 31.1 kejaksaan tahun 2019 berhasil mengamankan buronan ketujuh di bulan Januari 2019. Sebagai kerja sama Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara baru saja  berhasil mengamankan buronan pelaku kejahatan asal Maluku Utara atas nama Candra Kipu, terpidana dalam perkara kasus korupsi proyek rumput laut di Kabupaten Morotai tahun 2009 yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp2,7 miliar yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara," kata Kapuspenkum Kejagung Mukri di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Chandra ditangkap berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No. 928 K/PID.SUS/2012 tanggal 13 Juni 2012, ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun, denda Rp200 juta serta uang pengganti sebesar Rp2,7 miliar.

"Terpidana Candra Kipu diamankan sekira pukul 18.35 WITA di Desa Tolondadu 2, Kecamatan Bolang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Proses pengamanan berlangsung lancar dan yang bersangkutan bersikap kooperatif," jelasnya.

Saat ini tim kejaksaan dan terpidana sedang dalam perjalanan menuju Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Menurut Mukri, melalui program Tabur 31.1 diharapkan dapat menyampaikan pesan kuat bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan.

Program Tabur 31.1 merupakan upaya Kejaksaan untuk meningkatkan optimalisasi penangkapan buronan pelaku kejahatan dalam rangka penuntasan perkara baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus.

Ditetapkan target bagi 31 Kejaksaan Tinggi yang ada di seluruh Indonesia yaitu minimal satu kegiatan pengamanan terhadap buronan kejahatan untuk setiap triwulan.

Diketahui, sejak bergulirnya program tersebut di tahun 2018 kejaksaan telah berhasil amankan 207 orang.

(wem)