Ke Sumenep, Zulkifli Serap Aspirasi Petani Garam

Ke Sumenep, Zulkifli Serap Aspirasi Petani Garam
 (*)
 18 September 2017 16:30:06 wib
Share :

Kabar7, Sumenep - Ketua Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan menemui petani garam di Desa Pinggir Papas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim), Senin (18/9/2019).

Disana Zulkifli mendengarkan langsung keluhan para petani guna mengetahui persoalan utama garam nasional. Kedatangan Zulkifli itu juga merupakan kunjungan kerja sosialisasi empat pilar di Sumenep.

"Saya meninjau petani garam, karena persoalan garam baru-baru ini hangat sekali. Garam itu langka dan harganya mahal, padahal petani garam selalu tidak mendapatkan keuntungan itu," ujar Zulkifli.

Politisi Partai Amanant Nasional (PAN) ini menuturkan ketika petani garam sedang panen, harga garam turun. Namun kenapa ketika masa produksi, harganya justru naik.

"Ini yang harus dicarikan jalan keluarnya, agar petani garam mendapatkan manfaat besar," katanya menjelaskan.

Zulkifli menginginkan agar pemerintah bisa berpihak kepada petani garam dengan tidak mengimpor garam ketika sedang masa panen. Ia berpandangan saat impor dilakukan saat masa panen ini yang membuat harga menjadi murah.

"Pemerintah harus berpihak kepada petani garam, harga harus dijamin," ujar dia. Petani menginginkan harga pokok pembelian (HPP) garam kualitas satu dipatok seharga Rp2.500-Rp2.000 per Kg sedangkan garam kualitas dua Rp2.000-Rp1.500 per Kg. Di sisi lain garam impor diharapkan dihargai tidak kurang Rp2.500 per Kg, agar garam produksi petani lokal tidak kalah saing.

Zulkifli menekankan solusi atas permasalahan garam harus betul-betul dipikirkan pemerintah sehingga Indonesia dapat mewujudkan swasembada garam. Menurut dia, petani harus diberikan jaminan harga garam yang stabil, diberikan keterampilan dan dukungan peralatan memadai, serta harus ada pengaturan impor garam.

"Saya akan bicara dengan kementerian terkait dan ke pimpinan DPR RI, supaya apa yang diharapkan petani garam menjadi kebijakan pemerintah dan kita bisa swasembada garam dalam waktu secepatnya," ujarnya dikutip dari Antaranews.

(**)