Kata Presiden, Politik dan Ekonomi Punya Ranahnya Masing-Masing

Kata Presiden, Politik dan Ekonomi Punya Ranahnya Masing-Masing
 Presiden Joko Widodo (Istimewa)
 12 Desember 2017 12:04:54 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadiri acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan lagi, kalau politik dan ekonomi memiliki ranahnya masing-masing yang bisa saling mendukung. Untuk tahun politik tak harus berdampak terhadap ekonomi.

"Saya kira kalau kita bersama-sama bisa menghilangkan paling tidak persepsi 'ini politik, ini ekonomi'. Saya kira yang politik berjalanlah politik, yang ekonomi berjalanlah ekonomi," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi karena dia melihat pelaku ekonomi memilih 'wait and see' menjelang tahun politik. Padahal tahun politik bisa dibilang justru merangsang pertumbuhan ekonomi.

"Menurut saya, kontestasi politik, 0,2%-0,3% itu justru ada belanja spanduk, kaos, sembako, justru naik. Tapi yang ngomong bukan saya, ekonom juga Pak Darmin (Menko Ekonomi)," tutur Jokowi, dilansir dari Detik.

Tahun politik pun bukan hanya 2019 atau saat pemilihan presiden (pilpres) saja. Setiap tahun ada pilkada serentak di berbagai daerah. "Tahun 2014 kita ada pilpres, wait and see. 2015 ada 150-an pilkada apa wait and see lagi, 2016 (ada) 106 pilkada wait and see lagi, 2018 ada 171 pilkada wait and see lagi, 2019 ada pilpres, apa mau wait and see lagi," papar Jokowi.

Maka itu, Jokowi menyarankan agar pelaku ekonomi tetap berjalan di ranah ekonomi. Sementara itu politikus berjalan di ranahnya.

"Artinya, marilah kita memulai bersama agar yang politik berjalan, yang ekonomi mari bermain di wilayah ekonomi dan ingat bahwa ini bukan pertama kali Indonesia menjalankan pilkada serentak, dan bukan pertama kali pemilu diadakan di negara kita," kata Jokowi.

(**)