Kata Jokowi, Ekonomi dan Politik Jangan Dicampur Aduk

Kata Jokowi, Ekonomi dan Politik Jangan Dicampur Aduk
 Presiden Joko Widodo (istimewa)
 29 November 2017 13:53:10 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar jangan mencampur aduk antara urusan politik dan urusan ekonomi.

Hal ini dia sampaikan saat berpidato dalam acara Kompas 100 CEO Forum di Hotel Rafless, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

"Saya hanya ingin kita semua membiasakan yang urusan politik biar lah urusan politik, yang ekonomi ya ekonomi. Jangan dicampur aduk," ujar Presiden.

Ia mencontohkan maksudnya tersebut, misalnya pelaku ekonomi seperti pengusaha jangan sampai berperan sebagai politikus.

"Jangan sampai Kadin juga nyambi politikus, misalnya. Akhirnya campur aduk nanti. Ini pengusaha atau politikus?" kata Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan harus ada sebuah sekat antara ekonomi dan politik. Agar imbas dari poltik tidak berpengaruh besar terhadap ekonomi.

"Yang urusan politik ya politik, silakan, tapi ekonomi jangan terpengaruh. Terpengaruh enggak apa-apa, sedikit saja, jangan mempengaruhi banyak," ucap Presiden.

Ia juga mengatakan, sejak tahun 2014 lalu, jawaban pengusaha ketika ia tanya selalu menunggu dan melihat situasi untuk melakukan investasi.

"Sampai sekarang wait and see terus. Orang kita tiap tahun ada Pilkada. Nanti tahun depan wait and see lagi. Pilpres Pak. ya kapan kita akan bekerja kalau seperti itu terus," tutur Presiden Jokowi.

"Sudah jelas angka-angka sudah jelas. Data-data sudah jelas. Marilah kita bekerja keras untuk memakmurkan untuk menyejahterakan negara ini," pungkasnya, dilansir dari Tribunnews.

(**)