KASUS TAHUN JEBOT YANG SERET NAMA SANDI

KASUS TAHUN JEBOT YANG SERET NAMA SANDI
 Sandiaga Uno (istimewa)
 10 Maret 2017 16:00:01 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Secara mengejutkan, Polisi Sektor (Polsek) Tanah Abang melayangkan surat pemanggilan terhada calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Kamis (9/3/2017) kemarin.

Pasangan calon nomor urut tiga itu dipanggil sebagai saksi atas kasus dugaan pencemaran nama baik atau fitnah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP dan atau 311 KUHP.

Pemeriksaan Sandi dijadwalkan pada hari ini (Jumat, 10/3/2017). Tapi Sandi mangkir dari pemanggilan polisi.

"Pihak dari pengacara konfirmasi ke kami. Meminta ditunda waktu (pemeriksaan)," kata Kepala Kepolisian Sektor Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi Suwarno.

Sandi mangkir dari panggilan dengan alasan sedang ada kegiatan. Pihak Kepolisian sendiri menerima alasan yang disampaikan kuasa hukum Sandi.

"Artian sedang ada kegiatan (Sandiaga tidak hadir). Tapi kami terima. Dari pengacaranya ke penyidik disampiakan itu," ujar Suwarno.

Kasus ini begitu minim informasi. Pihak Kepolisian enggan menjelaskan dengan gamblang soal kasus yang tiba-tiba melibatkan peserta Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini.

"Ya adalah, tentang cewek-cewek," ucap Suwarno.

Berdasarkan surat panggilan, kasus dugaan pencemaran nama baik atau finah ini merupakan kasus lama. Kejadiannya yakni pada Kamis, 31 Oktober 2013, pada pukul 06.30 WIB, dan Jumat 27 Agustus 2013 pada pukul 17.00 di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Adapun penyidik yang menangani kasus ini ialah Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Mustakim, Kasubnit II Reskrim Polsek Tanah Abang, Ipda Tri Teguh, serta satu orang penyidik pembantu, Bribka Supriyanto.

Sementara, Koordinator Tim Sukses Anies Baswedan-Sandiaga Uno, MoHammad Taufik merasa heran dengan adanya kasus tersebut.

"Saya malah gak tahu itu. Yang lain juga heran, kok ada (kasusnya)," kata Taufik kepada Kriminalitas.com, Jumat (10/3/2017).

Meski demikian, dia tak ingin terlalu mengambil pusing apalagi sampai menyediakan tim hukum untuk jagoaanya

"Kan cuman dipanggil sebagai saksi, bukan terlapor," tutur dia.

Taufik menganggap kasus yang belum jelas itu merupakan kasus tahun jebot karena kejadiannya sudah lama.

"Di tahunnya kan 2013. Kasus tahun jebot," timpalnya.

Sandiaga sendiri saat dikonfirmasi awak media mengaku lupa dengan kasus yang kejadiannya sudah sekitar empat tahun silam.

Ia justru baru ingat setelah membaca berita. Katanya, kasus ini berkaitan dengan komunitas yang dipimpinnya dahulu.

"Saya agak lupa dan agak ingat sedikit setelah membaca berita, ini sepertinya berkaitan dengan komunitas lari yang saya pimpin sejak 2012 lalu. Hal itu terkait perseteruan antar anggota pada saat saya memimpin," jelas Sandi.

Sayangnya pasangan Anies Baswedan itu tak mau membeberkan secara jelas soal kasus pencemaran nama baik atau fitnah tersebut.

"Saya mohon izin karena tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh karena sudah masuk ranah hukum. Biar nanti tim hukum yang akan beri keterangan secara periodik," ujarnya.

Sedangkan untuk alasan tak memenuhi pemanggilan polisi, Sandi mengaku karena jadwal kampanyenya sangat padat.

(hd/dbs)