Kasus Novel, Polri: Pelaku Masih Blank

Kasus Novel, Polri: Pelaku Masih Blank
 Penyidik KPK Novel Baswedan (istimewa)
 06 November 2017 16:16:49 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Polri mengakui pihaknya masih kesulitan menemukan titik terang dalam mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya belum bisa menjerat tersangka dalam kasus ini karena minimnya bukti.

"Pelakunya masih blank. Belum ada bukti cukup kuat untuk menetapkan seseorang sebagai pelaku," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Terkait wacana pembentukan tim gabungan pencari fakta (TPGF) guna mengungkap kasus tersebut, Rikwanto menilai hal tersebut tidak perlukan untuk saat ini.

"TPGF belum diperlukan," ungkap jenderal bintang satu itu.

Menurutnya, TPGF ini tidak akan membantu mempercepat pengungkapan kasus. Justru yang dikhawatirkan, TPGF akan menjadi kebiasaan bila ada kasus yang tak terungkap dalam jangka waktu tertentu.

Ia menerangkan, untuk mengungkap sebuah kasus, pihaknya membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Ada yang cepat terungkap, ada yang lama, serta ada yang sangat lama terungkap.

"TPGF ini jangan dibiasakan. Nanti siapapun yang merasa agak lama penanganan kasusnya menuntut (dibentuk) TPGF. Jadi bukan hak spesial kasus Novel ini saja, semua orang punya hak yang sama, tapi itu (TPGF) tidak menyelesaikan masalah," katanya, dilansir dari Antaranews.

Untuk diketahui, penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi 11 April 2017. Novel disiram oleh dua orang pengendara motor usai shalat subuh berjamaah di Masjid dekat rumahnya.

Akibat peristiwa itu, penyidik senior KPK tersebut mengalami kerusakan pada matanya. Kemudian dia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

(**)