Kapolsek Sarankan Leasing dan Bank Beberkan Akibat Hukum Perjanjian Kredit

Kapolsek Sarankan Leasing dan Bank Beberkan Akibat Hukum Perjanjian Kredit
 Kapolsek Bojong Gede Kompol Agus Koster Sinaga S.H (Dok. Kabar7)
 06 Agustus 2018 19:03:02 wib
Share :

Kabar7, Bogor - Kapolsek Bojong Gede Kompol Agus Koster Sinaga S.H, menyarankan kepada pihak kreditur dalam hal ini leasing dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) wajib untuk menjelaskan secara detail perbuatan hukum yang terjadi antara debitur dan kreditur dan juga akibat hukum dari peristiwa tersebut.

"Sangat penting itu adalah antara debitur dan kreditur harus jelas. Ada perjanjian-perjanjian dibuat khususnya kepada debitur ia harus paham betul maksud dan tujuan serta isinya," katanya saat ditemui di Mapolsek Bojong Gede, Cibinong, Bogor, Senin (6/8/2018).

Sehingga nanti tugas-tugas Kepolisian misalnya ada dari pihak leasing atau pihak bank yang melaksanakan eksekusi, masyarakat itu paham sehingga tidak menimbulkan multipersepsi.

Terkait penarikan unit kendaraan atau rumah berdasarkan Hak Tanggungan, pihaknya mengakui bahwa masih banyak yang terjadi di wilayah hukumnya.

"Kasus yang debt collector, ada sebagian dari mereka itu sebelum melakukan pengambilan atau penarikan unit itu koordinasi dengan Polsek maupun Bhabinkamtibmas. Namun, ada juga sebagian tanpa koordinasi mereka langsung melakukan penarikan unit. Yang akibatnya di situ terjadi cek cok," katanya.

Sehingga, lanjutnya, diketahui oleh Polsek maupun Bhabinkamtibmas biasanya pihaknya segera datang ke tempat kejadian.

"Solusinya adalah ketika memang unit itu ada di situ, kita langsung mengamankan ke Polsek," ujarnya.

"Dengan secara jelas dan tegas disampaikan apa yang menjadi tupoksi Bhabinkamtibmas. Sehingga masyarakat kita itu bisa terpelihara keamanan dan ketertiban," jelasnya.

Ia juga mengaku memiliki 16 Bhabinkamtibmas di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bojong Gede dan Kecamatan Tajur Halang.

Untuk diketahui, Bhabinkamtibmas memiliki keterampilan di antaranya, deteksi dini, komunikasi sosial, negoisasi dan mediasi, kepempinan dan pemecah masalah sosial.

(wem/andreas)


Berita Terkait