Kalau Swasta Bisa, Petani Perkebunan Juga Harus Bisa

Kalau Swasta Bisa, Petani Perkebunan Juga Harus Bisa
 Presiden Joko Widodo (istimewa)
 13 Oktober 2017 15:28:41 wib
Share :

Kabar7, Musi Banyuasin - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan untuk kelapa sawit rakyat dapat memproduksi hingga 8 ton/hektar/tahun. Untuk itu, Jokowi berpesan agar bibit yang sudah diberikan harus dirawat dan dipelihara.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi usai melakukan penanaman perdanan peremajaan kebun kelapa sawit seluas 4.400 hektar di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (13/10/2017).

"Kalau swasta bisa, perusahaan bisa, petani perkebun juga harusnya bisa," kata mantan Gubernur DKI ini.

Untuk diketahui, pada tahun ini pemerintah akan memberikan bantuan benih komoditas perkebunan sebanyak 35,5 juta batang, yaitu kopi 4,8 juta batang, pala 2,7 juta batang, lada sebanyak 2 juta batang dan karet sebanyak 5,7 juta batang.

Disis lain, Jokowi mengungkapkan, pemerintah kedepan juga berencana melakukan peremajaan perkebunan rakyat terhadap kebun karet, kakao dan pala. Namun, proses peremajaan tersebut setelah kelapa sawit sudah berjalan.

"Saya akan bergerak lagi ke karet, ke kopi, bergerak lagi ke kakao, ke pala, karena ini sama sudah lebih dari 15, 20, 25 tahun tidak pernah diremajakan," ucapnya.

Jokowi menilai, dengan tanah yang subur, seharusnya Indonesia bisa lebih unggul soal perkebunan dibanding negara lain.

Tapi kenyataanya Indonesia justru kalah dengan negara lain, seperti kalah dengan Vietnam soal produksi pala, kalah dengan Brazil dan Kolombia soal produksi Kopi.

"Tanah kita subur makmur kok, tapi karena tidak pernah diremajakan dibiarkan ya tua lama-lama tidak berproduksinya," tutur Jokowi, dikutip dari laman resmi Sekretaris Kabinet (Setkab).

(**)