KAHMI Usulakan Prof. Lafran Pane Jadi Pahlawan Nasioanl

KAHMI Usulakan Prof. Lafran Pane Jadi Pahlawan Nasioanl
 Presiden Jokowi menerima pengurus KAHMI yang dipimpin Ketuanya Moh. Mahfud M.D., di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/11/2017). (dok. Setkab)
 03 November 2017 16:53:22 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang disampaikan KAHMI kepada Presiden Jokowi, yakni mengusulkan pendiri HMI Prof. Lafran Pane sebagai pahlawan nasioanl, dan melaporkan rencana Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI, di Medan, Sumatera Utara, pada 17 dan 18 November mendatang.

Terkait pengusulan Prof. Lafran Pane menjadi pahlawan nasional, Ketua KAHMI Mahfud MD mengatakan kalau Presiden Jokowi menyetujuinya.

"Presiden menyampaikan bahwa Profesor Lafran Pane itu memang layak menjadi pahlawan nasional, dan Insya Allah pada tanggal 9 atau 10 November, Presiden Jokowi akan menganugerahkan gelar itu kepada Profesor Lafran Pane," kata Mahfud dalam keterangan tertulisnya, usai menemui Presiden Jokowi.

Untuk diketahui, Prof. Lafran Pane ini lahir di Kabupaten Tapanuli Selatan pada 5 Februari 1922 dan wafat pada 25 Januari 1991. KAHMI mengusulkan agar Prof. Lafran Pane ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional karena berdasarkan jejak perjuangannya yang sudah diuji kesahihannya di 27 kampus di Indonesia.

Sementara soal Munas KAhMI, mantan hakim Mahkamah Konstitusi ini menyampaikan, agar presiden dapat membuka acara tersebut. Untuk itu kedatangan KAHMI ke Istana guna mengundang Presiden Jokowi agar hadir di Medan.

"Kami mengundang Presiden Jokowi karena kami sangat berharap acara kami dapat dikunjungi oleh seorang Kepala Negara," ujar Mahfud, dikutip dari laman Setkab.

Presiden Jokowi menyatakan, Insya Allah akan hadir membuka Munas KAHMI di Medan yang akan diadiri ekitar 1.400 utusan dari seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut mendampingi Mahfud, antara lain yaitu Akbar Tanjung. Sedangkan Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

(**)