JPU Tuntut Buni Yani Dua Tahun Kurungan

JPU Tuntut Buni Yani Dua Tahun Kurungan
 Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani (istimewa)
 03 Oktober 2017 15:15:45 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani, dengan hukuman dua tahun dan denda Rp.100 juta dengan subsider tiga bulan kurungan, dalam sidang lanjutan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (3/10/2017).

"Perbuatan saudara secara sah dan meyakinkan telah memenuhi unsur pidana ITE berupa melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum menambah, mengurangi, menghilangkan terhadap informasi elektronik atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik," ucap salah satu JPU Andi M. Taufik dalam persidengan.

Tuntutan sudah berdasarkan pertimbangan hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal memberatkan, Buni Yani dianggap memberikan keterangan berbelit-belit, perbuatannya dapat menimbulkan perpecahan antar umat beragama, tidak bersikap sopan saat persidangan, tidak menyesali perbuatannya, dan sebagai dosen tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

"Untuk hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya," ujar Andi, dilansir dari Antaranews.

Buni Yani didakwa dengan pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 yang berbunyi "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik,".

Melalui penasehat hukumnya, Buni Yani akan menyampaikan pembelaan atau pledoi atas tuntutan tersebut dalam sidang berikutnya.

Sementara lanjutan sidang akan kembali digelar pada 17 Oktober 2017 dengan agenda pembacaan pledoi terdakwa.

(**)


Berita Terkait