Jokowi Minta Polisi Tak Remehkan Konflik Kecil Saat Pildaka

Jokowi Minta Polisi Tak Remehkan Konflik Kecil Saat Pildaka
 Presiden Joko Widodo (istimewa)
 09 Oktober 2017 14:41:42 wib
Share :

Kabar7, Semarang - Presiden Joko Widodo buka apel para kepala satuan wilayah (kasatwil) Polri 2017 di Akpol Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).

Pada kesempatan tersebut, Jokowi, sapaan akrab presiden, mengarahkan peserta apel untuk mewaspadai pontensi konflik pilkada serentak 2018.

"Penanganan konflik sosial, saya ingatkan betul-betul. Negara kita ini adalah negara yang besar, terdiri dari 714 suku, 17.000 pulau, dan 1.100 bahasa lokal. Konflik sosial sekecil apapun harus secepatnya diselesaikan," kata Jokowi.

Ia menuturkan, ketika pesta demokrasi berlangsung suhu politik akan menghangat. Untuk itu, kapolres dan kapolda dari seluruh Indonesia yang menjadi peserta apel, tidak meremehkan konflik sekecil apapun guna mencegah memanasnya situasi.

"Setiap kali pilkada memang seperti itu. Seuhu politik menghangat, dan saya berharap tidak sampai memanas. Jadi jika ada konflik sosial segera selesaikan jangan sampai membesar. Saya titip ke kapolres, kapolda agar konflik itu jangan dianggap remeh," tandasnya, dikutip dari Sindonews.

Untuk diketahui, kehadiran Presiden Jokowi di apel ini merupakan bagian kunjungan kerja di Jawa Tengah. Hadir pula dalam acara, yaitu Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, serta sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menteri Koordinator Polhukam Wiranto dan Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat.

Sementara, peserta apel kasatwil Polri 2017 diikuti oleh 546 kaploda dan kapolres dari seluruh wilayah Indonesia. Adapun tema kegiatan rutin ini ialah "Polri Yang Promoter Dalam Mengamankan Pilkada Serentak 2018".

Setelah mengikuti apel tersebut, agenda Jokowi yakni menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Semarang. Agenda ini Berdasarkan keterangan dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin‎.

(**)