Jokowi: Marilah Kita Jaga Bersama-Sama Nama Indonesia

Jokowi: Marilah Kita Jaga Bersama-Sama Nama Indonesia
 (dok. Setkab)
 07 September 2017 15:25:09 wib
Share :

Kabar7, Singapura - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan sekitar 1.600 warga Indonesia yang tinggal di Singapura.

Pertemuan yang bertema acara Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara ini berlangsung di KBRI Singapura, Rabu (6/9) malam. Acara ini juga mengawali kegiatannya dalam kunjungan kerja Jokowi di Singapura.

Dihadapan warga Indonesia, Jokowi membahas soal Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Ia menuturkan, saat ini terdapat enam juta TKI yang tersebar di berbagai negara. Dari jumlah yang banyak tersebut, Jokowi tak memungkiri kalau sebagian kecil ada yang bermasalah.

"Di setiap negara pasti ada satu, dua, tiga, empat, lima, enam (TKI) yang memiliki masalah," ujar Presiden yang direleas laman Setkab, Kamis (7/9/2017).

Masalah itu, lanjut Jokowi, bisa berasal dari tempat bekerjanya, majikannya yang tidak benar atau masalah berasal dari TKI itu sendiri. Bila memang ada TKI yang menghadapi masalah, Jokowi berpesan agar mereka segera melapor ke Kedutaan Besar RI di masing-masing negara.

"Jadi kalau ada masalah tolong sampaikan ke kedutaan besar, ke Pak Dubes saya sudah titip, ke Bu Menteri Luar Negeri kalau ada masalah cepat selesaikan," pesan Presiden Jokowi.

Karena dengan TKI melaporkan masalahnya, maka pemerintah bisa cepat membantu TKI dalam menyelesaikan masalahnya, terlebih soal pembayaran gaji dan urusahan yang berkaitan dengan hukum.

"Urusan gajinya, urusan mungkin yang berkaitan dengan hukum harus selesai dulu supaya nanti tidak ada masalah di kemudian hari," katanya.

Jokowi menghimbau kepada TKI untuk tidak membuat masalah hingga akhirnya membuat nama negara tercoreng. Karena menurutnya, TKI yang berada di negeri orang secara tak langsung membawa nama negara Indonesia.

"Kita ingin semuanya yang bekerja di luar itu, sekali lagi membawa nama negara sehingga marilah kita jaga bersama-sama nama Indonesia," ucapnya.

Presiden juga menyampaikan kepada warga negara Indonesia di Singapura soal kemajuan pembangunan di dalam negeri. Di antaranya kemajuan yang di tunjukan oleh Jokowi yakni pos lintas batas negara (PLBN) di beberapa perbatasan.

Dengan kemajuan infrastruktur ini, Jokowi berharap warga Indonesia tak lagi merasa malu atau minder dengan kondisi di negaranya.

"Kalau tidak bangun kita jadi minder. Sekarang kita tidak boleh minder karena kita lebih baik," tuturnya.

(**)