JOKOWI INGIN SULSEL FOKUSKAN SEKTOR PERTANIAN

JOKOWI INGIN SULSEL FOKUSKAN SEKTOR PERTANIAN
 Presiden Joko Widodo (istimewa)
 02 Mei 2017 18:34:33 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Dalam rapat, Jokowi menuturkan, Sulsel bisa menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi, bahkan di daerah Timur Indonesia.

Pasalnya, pertumbuhan di kawasan tersebut di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat pada tahun 2016, angka pertumbuhan mencapai 7,41 persen.

"Hampir separuh atau sekitar 49,6%, perekonomian di Pulau Sulawesi terletak di Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Selatan juga menjadi simpul utama konektivitas yang menghubungkan antar daerah di Indonesia Timur," kata Jokowi dalam rapat yang dihadiri menteri kabinet kerja.

Sulse bahkan dinilai Jokowi dapat tumbuh lebih cepat lagi bila memfokuskan kepada pengembangan sektor pertanian dan perikanan, sektor pengolahan dan perdagangan.

Sesuai data yang diperoleh Jokowi, sektor pertanian, sektor-sektor tersebut, khususnya tanaman pangan, merupakan sektor dominan dalam perekonomian di Sulses, dengan kontribusi sebesar 23,29 persen.

Karena hal itu, Jokowi meminta agar pengembangan pertanian ini betul-betul harus diperhatikan lagi. Karena, selain banyak menyerap tenaga kerja, sektor tersebut juga dapat menjadi gerbang untuk mensejaterahkan masyarakat, terlebih petani.

"Hal ini selalu saya tekankan, karena kita ingin perekonomian bisa tumbuh secara berkualitas, di mana pertumbuhan itu bisa berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan memperkecil ketimpangan pendapatan," tegas Presiden, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.

Untuk menopang pertumbuhan sektor pertanian, Presiden Jokowi meminta infrastruktur pendukung, seperti bendungan, saluran irigasi harus dipersiapkan dengan baik. Begitu juga dengan akses permodalan melalui skema KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Selain itu, pengembangan industri pengolahan yang berkaitan dengan kesiapan tenaga listrik, suplai air baku, sampai dengan infrastruktur jalan transportasi, termasuk kereta api dan pelabuhan, juga harus disiapkan.

(hd)