JIHAT BERARTI PERANG JIKA di NEGARA YANG SEDANG PERANG

JIHAT BERARTI PERANG JIKA di NEGARA YANG SEDANG PERANG
 KH Maruf Amin (istimewa)
 27 Maret 2017 17:23:56 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Paham radikal dalam terorisme telah mendistorsi nilai-nilai agama yang benar dan pelaku teror mengintrprestasikan sesuai dengan keinginan mereka.

Contonya, yakni jihad yang selalu dilakukan melalui jalur perang, padahal tak semua jihad itu perang. Melainkan artinya bisa perbaikan di segala aspek baik itu sosial, politik, budaya dan lainnya.

"Jihad akan berarti perang jika itu dilakukan di negeri yang sedang perang. Indonesia negara damai sehingga ayat itu tidak berlaku," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Maruf Amin, di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Apalagi, lanjut Maruf, Indonesia ialah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai suku dan agama.

Maruf mengajak berbagai lapisan bangsa untuk memerangi paham radikal terorisme. Karena radikalisme pasti berujung pada perpecahan kesatuan negara yakni NKRI.

"NKRI adalah harga mati karena itu harus dijaga dipelihara dengan berbagai cara dan metode," kata Maruf yang juga Rais Aam PB NU ini.

Karena itu dia sangat mendukung langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang terus gencar melakukan pencegahan hingga memerangi tindak terorisme.

Ia juga menegaskan pentingnya pencegahan melalui dunia maya. Pasalnya saat ini dunia maya dinilai efektif sebagai media menyebarkan paham ekstrem.

"Pencegahan melalui dunia maya ini memang tidak mudah sehingga perlu upaya-upaya intensif untuk menanggulangi ini. Sinergi ulama dan umara (pemerintah) sangat penting, dan semua komponen bangsa juga harus dilibatkan," tuturnya.

(sumber: Antara News)