Jaga Peningkatan Ekspor, Jokowi Himbau Menterinya Untuk Memperhatikan Hal Ini

Jaga Peningkatan Ekspor, Jokowi Himbau Menterinya Untuk Memperhatikan Hal Ini
 (*)
 11 Oktober 2017 16:41:02 wib
Share :

Kabar7, Tangsel - Presiden Joko Widodo memaparkan peningkatan nilai ekspor periode Januari-Agustus 2017 yang naik dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016.

Kata Jokowi, peningkatan ekspor ini merupakan satu dari dua kunci pertumbuhan ekonomi, dimana yang kedua yaitu peningkatan investasi. Tanpa kedua kunci ini tidak mungkin perekonomian Indonesia meningkat.

Untuk terus menjaga pertumbuhan ekspor, Jokowi menegaskan kepada pejabat kementeriannya agar memperhatikan beberapa hal.

Yang pertama yaitu kualitas produksi dan pengiriman barang yang harus dijaga dan ditingkatkan. Jokowi mengingatkan bahwa pembeli itu memperhatikan aspek. Spesifikasi barang juga harus sesuai pesanan.

Lalu on budget, artinya harga harus kompetitif dan cocok dengan anggaran dari pemesan. Ontime, pengantaran barang harus tepat waktu,barang harus diantar tepat waktu.

Hal yang kedua ialah, Indonesia harus terus membuka dan tembus pasar-pasar non tradisional. Kawasan pasar baru yang harus dibuka, misalnya Afrika, Turki, Arab Saudi, Pakistan, India, dan lainnya.

"Ini harus cepat sebelum didahului oleh negara lain,” ujar Presiden Jokowi dalam acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 Tahun 2017 di Nusantara Hall Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Rabu (11/10/2017).

Terakhir, Presiden mengingatkan agar trade expo dibuat semakin baik agar pembeli dari luar negeri semakin banyak yang datang. Presiden mengharapkan agar skala dan kualitasnya harus kelas- kelas dunia, tidak boleh lagi kecil-kecilan dengan kualitas ala kadarnya.

"Saya melihat kualitasnya tahun ini semakin baik, dan tahun depan harusnya semakin baik lagi," kata Jokowi dikutip dari Setkab.

Diketahuu, dalam acara itu tampak hadir antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

(**)