IPR: Golkar Sudah Terpuruk Karena Novanto

IPR: Golkar Sudah Terpuruk Karena Novanto
 Ketua DPR Setya Novanto (istimewa)
 17 November 2017 09:52:24 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Masalah hukum yang sedang dihadapi Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, dapat memuat partai berlamang pohon beringin terpuruk.

Demikian pernyataan yang diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, di Jakarta, Kamis (16/11/2017).

"Dengan pemberitaan media yang sangat luar biasa, nama Golkar sudah terpuruk karena Novanto ini," kata Komarudin, di Jakarta, Kamis.

Diketahui, Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini kali kedua Novanto sebagai tersangka, setelah sebelumnya menyandang status yang sama tapi praperadilan menggugurkannya.

Menurut Komaruddin, Novanto tidak lama lagi akan menjadi tahanan KPK. Novanto tak akan bisa menghindar lagi.

Seperti diketahui juga, penyidik KPK mendatangi rumah Novanto, di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam (15/11). Kedatangan penyidik KPK itu diduga kuat untuk menjemput paksa ketua umum Partai Golkar itu.

Dengan demikian, kata Komaruddin, Partai Golkar saat ini berada di ujung tanduk. Menurut dia, seluruh rakyat Indonesia sudah tahu dan terpolarisasi dalam kesadarannya, ketua umum Partai Golkar itu diduga terlibat korupsi mega proyek KTP elektronik.

Komaruddin mengingatkan, Partai Golkar -salah satu partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-Kalla- harus segera diselamatkan dari degradasi. Namun, demi menyelamatkan Partai Golkar, dia yakin partai politik sudah memiliki mekanisme tersendiri.

"Golkar itu partai besar, partai mapan dan partai yang sudah berpengalaman. Saya yakin Golkar bisa menyelesaikan itu," ucapnya, dilansir dari Antaranews.

Komaruddin menyarankan, Partai Golkar harus fokus menatap ke depan, yaitu Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, jangan hanya urus masalah hukum atau pulang-pergi KPK dan pengadilan saja.

"Golkar harus berani mengambil keputusan, meskipun langkah paling berat harus ditempuh. Jika tidak, bahaya. Golkar bisa hancur berkeping-keping," ujarnya.

(**)