Ini Sosok Ibu yang Ajak Empat Anaknya Bom Bunuh Diri, Ini yang Ia Percayai Soal Setelah Kematian

Ini Sosok Ibu yang Ajak Empat Anaknya Bom Bunuh Diri, Ini yang Ia Percayai Soal Setelah Kematian
 (istimewa)
 14 Mei 2018 10:45:44 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Tak disangka pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di 3 Surabaya adalah satu keluarga. Polisi telah mengungkap identitas para terduga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5).

Dari penyelidikan yang dilakukan, terungkap bahwa pelakunya adalah Dita Supriyanto bersama istri, Puji Kuswati dan empat anaknya. Informasi terbaru, mereka tercatat sebagai warga Rungkut Wonorejo, Surabaya.

Berdasarkan informasi yang dibeberkan kepolisian, dua anak lelaki Dita yang yang beraksi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, diketahui masing-masing berumur 18 tahun dan 16 tahun.

Berikut identitas keenam pelaku: Dita Oepriarto (47), Puji Kuswati (43), Yusuf Fadhil (18), Firman Halim (16), Fadhila Sari, lahir (12), Famela Rizqita, lahir (9).

Dalam kesehariannya, keluarga ini dikenal tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga sekitar. Mereka yang tinggal di Wisma Indah Jalan Wonorejo Asri XI Blok K Nomor 22 ini memang dikenal tertutup.

Meski begitu, di media sosial, istri dari Dita dikenal cukup aktif mengunggah foto-foto anak mereka, setidaknya pada 2 tahun lalu. Sebuah akun yang diduga milik Puji Kuswati ini kerap mengunggah foto-foto terutama anak bungsunya, Famela Rizqita.

Ia terakhir mengunggah di akun Facebook-nya pada 2014 lalu. Ditilik dari rekam jejak di beranda Facebook-nya, Puji juga pernah menulis beberapa status soal kehidupannya.

Terlebih, ia sering menuliskan status soal nasihat berbau Islami, dan membahas soal kehidupan setelah kematian. Berikut beberapa di antaranya:

"Kesulitan di dunia tidak ada apa apanya dibandingkan kesulitan di negeri akherat. Yang memudahkan kita adalah kedekatan kita dengan ALLAH."

"Selalu mengigat ALLAH dan hari esok harus lebih baik. itulah moto bujang kecilku. Smg ALLAH menguatkanmu nak..."

"Banyak orang baik tapi kebaikannya hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk ALLAH."

"Tidak diciptakan dua hati dalam satu wadah. Dan telah ditetapkan bahwa konsumsi hati adalah nilai-nilai kebenaran dari ALLAH, jadi jika hati (qolbu) diberikan konsumsi selain nilai-nilai kebenaran dr ALLAH maka ia akan bocor, tergoncang dan akhirnya rusak. Raih cinta dari ALLAH dg memberi konsumsi qolbu yg benar."

(tribun)