Indonesia-Vietnam Bahasa Tiga Isu

Indonesia-Vietnam Bahasa Tiga Isu
 Presiden Jokowi dan Sekjen Partai Nguyen Phu Trong menyaksikan penandatanganan kerja sama Indonesia-Vietnam di di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/8) siang. (dok. Setkab)
 23 Agustus 2017 16:02:56 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Sekjen Partai Republik Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong telah melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

"Dalam pertemuan tadi kita memfokuskan pada tiga isu utama, yaitu peningkatan kerjasama di bidang maritim dan perikanan, di bidang perdagangan dan investasi, serta isu kawasan," usai melakukan pertemuan dilansir dari laman Sekretariat Kabinet.

Jokowi menjelaskan pembahasan tersebut. Pertama soal kerjasama dibidang maritim, Jokowi menuturkan, Indonesia dan Vietnam sepakat untuk mempercepat proses perundingan delimitasi batas Zona Ekonomi Eksklusif Republik Indonesia dan Vietnam.

Lalu kerjasama bidang perikanan, kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti usulan Indonesia bagi dicapainya Sustainable Fisheries, dan bekerja sama mengatasi Illegal Unreported and Unregulated Sishing (IUU Fishing).

Lanjut untuk kerjasama bidang perdagangan, Jokowi berharap target 10 miliar dolar AS dapat tercapai. Terlebih dalam 3 tahun terakhir nilai perdagangan kedua negara terus meningkat.

"Kita telah membahas berbagai langkah dan inisiatif baru agar target perdagangan sebesar 10 miliar ollar AS dapat dicapai," kata Jokowi.

Dijelaskan, Indonesia sebagai negara kunci dan produsen utama lada serta karet di dunia, delegasi pemerintah bersepakat mengambil langkah konkrit dalam pengelolaan, menjaga stabilitas harga, hingga meningkatkan kualitasnya.

Kemudian untuk kerjasama di bidang investasi, pemerintah sangat berharap agar investor Indonesia di Vietnam selalu mendapat perlindungan dan difasilitasi.

Yang terakhir soal isu kawasan. Jokowi mengatakan dirinya dan Nguyen Phu Trong telah bertukar pikiran tentang kawasan, khususnya ASEAN yang memasuki usia ke-50.

Tak lupa Jokowi juga menekankan pentingnya menjaga kesatuan dan sentralitas ASEAN, pentingnya bekerja sama mewujudkan visi masyarakat ASEAN tahun 2025.

"Kita juga menyambut baik kemajuan yang dicapai dalam kerangka Code of Conduct yang akan menjadi dasar yang kuat bagi pengaturan normal komprehensif di Laut Cina Selatan," ucap Presiden.

Kedua negara, sambung Jokowi, juga sepakat untuk menjadikan ASEAN sebagai motor bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan.

(**)