Indonesia Usulkan OKI Bertindak Terkait Insiden Al-Aqas

Indonesia Usulkan OKI Bertindak Terkait Insiden Al-Aqas
 Menteri Luar Negeri RI Retno (istimewa)
 02 Agustus 2017 14:19:57 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Negara-Negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) harus bersatu dan mengambil tindakan konkret membantu Palestina.

Demikian seruan pemerintah Indonesia yang disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno pada pertemuan Luar Biasa Komite Eksekutif OKI di Istanbul, Turki, Senin kemarin.

Indonesia menjadi salah satu pengusul pertemuan tersebut. Dalam pertemuan itu. Retno menyampaikan pemerintah Indonesia mengutuk keras pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa yang dilakukan oleh Israel.

Insiden pembatasan beribadah tersebut adalh refleksi dari kebijakan kekerasan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), dan dampak dari pendudukan ilegal Israel di Palestina.

"Apakah kita akan membiarkan kejadian seperti di Al-Aqsa terus berulang? Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," tegas Retno di hadapan para Menlu OKI, dikutip dari laman Sekretaris Kabinet, Rabu (2/8/2017).

Negara-negara anggota OKI, tegas Retno, perlu menggunakan berbagai forum termasuk Dewan Keamanan PBB. Hal itu guna memberikan tekanan kepada Israel agar mengubah kebijakan pembatasan beribadah.

Retno juga mengusulkan agar OKI segera meminta Dewan HAM PBB mengadakan pertemuan khusus untuk membahas situasi ini.

"Insiden yang terjadi di Al Aqsa bukanlah yang pertama, namun merupakan bentuk kekerasan, pendudukan ilegal dan juga tindakan yang melanggar hak asasi manusia yang harus dipertanggung jawabkan oleh Israel," tuturnya.

Lanjutnya Retno menyampaikan, Israel harus mengembalikan stanilitas dan memastikan status quo terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa. Ia juga mengusulkan agar OKI mengabil langkah untuk memberikan perlindungan internasinal terhadap kompleks Al-Aqsa.

"Organisasi Kerja Sama Islam harus secara kolektif mengupayakan perlindungan internasional terhadap komplek Al-Aqsa guna mencapai keamanan, perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di Kompleks Al-Aqsa dan Palestina," tegas Menlu.

Selain itu, Retno juga memanfaatkan pertemuan di Istanbul untuk menegaskan kembali pentingnya digulirkannya kembali perundingan perdamaian berdasarkan prinsip two state solution.

(**)