Indonesia Jadi Negara Potensial Kembangkan Keamanan Siber

Indonesia Jadi Negara Potensial Kembangkan Keamanan Siber
 (*)
 22 September 2017 17:48:04 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Menteri Koordintor bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, mengatakan Indonesia merupakan negara potensial untuk mengembangkan keamanan siber yang handal.

Pernyataan Wiranto ini merupakan hasil rapat kordinasi antar negara di Singapura yang membahas keamanan siber. Hasil rapat pun telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Di sana, Indonesia dianggap satu negara yang paling penting, punya potensial untuk mengembangkan cyber security yang handal karena pengguna internet di Indonesia sangat besar, 132 juta pengguna internet," kata Wiranto usai menghadap Presiden di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Menurut Wiranto, dengan besarnya pengguna internet tersebut, sehingga hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan teknologi tingkat tinggi soal informasi teknologi (IT) maka masalah keamanan siber sangat dominan di Indonesia. 

"Nah dalam hal itu, maka kita akan segera menuntaskan Badan Siber dan Sandi Negara dengan istilah BSSN yang tugasnya memproteksi kegiatan siber di seluruh Indonesia," katanya.

Wiranto menyadari kalau berbagai lembaga seperti Bandan Intelejen Negara (BIN), Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, serta Mabes Polri, telah mengelola keamanan siber secara mandiri.

Maka dari itu, BSSN dibentuk guna mempanyungi antar lembaga untuk berkoordinasi agar tumpang tindih dalam menangani keamanan siber bisa dihindari.

"Kalau cyber security mandiri-mandiri tanpa ada koordinasi, nanti bisa tumpang-tindih, bisa overlap dan sebagainya. Ini bisa diatur, anda bagaian apa, anda bagian apa, semuanya punya bagian sehingga jadi kekuatan yang handal," katanya.

Wiranto mengatakan rencana pembentukan BSSN ini sudah dilaporkan Presiden dan segera terbentuk karena kebutuhannya sangat mendesak. Nantinya BSSN ini akan beroprasi di bawah koordinasi Menko Polhukam.

"Sudah saya laporkan, dituntaskan pembentukaannya segera, karena kebutuhannya sudah sangat mendesak," pungkasnya dikutip dari Antaranews.

Ia menegaskan bahwa keamanan siber sangat dibutuhkan agar tidak menganggu berbagai kegiatan, apalagi Indonesia saat ini sedang mencanangkan ekonomi digital sehingga membutuhkan pertahanan siber yang handal.

(**)