HUT Kemerdekaan Perlu Perenungan Sejarah

HUT Kemerdekaan Perlu Perenungan Sejarah
 (Dok. Puspen)
 17 Agustus 2018 10:16:11 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 sangat penting untuk mengingat sejarah karena melalui perenungan sejarah, kita dapat mengambil hikmah dari segala kegagalan dan dapat meningkatkan keberhasilan yang telah dicapai pada masa lampau dari mekanisme ketatanegaraan yang menjadi latar belakangnya, serta pengaruh sosial lainnya, kata Kasum TNI.

Hal tersebut amanat tertulis Kepala Staf Umum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan yang dibacakan oleh Komandan Komando Doktrin Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono selaku Inspektur Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-73 Tahun 2018, bertempat di lapangan B-3 Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (17/8/2018).

Selama 73 tahun bangsa Indonesia telah mengisi kemerdekaannya, sejarah mencatat tidak mudah negeri ini untuk melepaskan diri dari berbagai tantangan dan hambatan yang tidak semakin ringan, hingga sampai saat ini kita tetap terus berjuang mengisi kemerdekaan yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa untuk mencapai kemakmuran bangsa, katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa menghayati anugerah dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sebagai bangsa Indonesia yakin bahwa kemerdekaan yang diraih serta kedaulatan negara Indonesia terwujud dalam bentuk NKRI sebagai sistem kenegaraan yang berlandaskan Pancasila dan UUD tahun 1945.

"Kita patut bersyukur dan bangga menerima dan mengemban amanat mulia tersebut untuk ditegakkan, dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus, rakyat dan bangsa Indonesia seutuhnya," tuturnya.

Kasum TNI menyampaikan amanat filosofis-ideologis dan konstitusional bersifat imperatif atau mengikat semua yang ada di dalam wilayah kedaulatan Republik Indonesia untuk tetap setia menegakkan, mengamalkan, membudayakan, mewariskan dan melestarikannya, termasuk kewajiban bela negara.

Ia menambahkan bahwa tidak ada seorang warga negara, lembaga-lembaga negara dan produknya, bahkan juga pejabat dan pemimpin negara yang tidak terikat untuk setia kepada amanat filosofis-ideologis dan konstitusional sejak Indonesia merdeka dan untuk selamanya, generasi demi generasi dalam dinamika peradaban nasional dan internasional.

"Oleh karena itu, pada kesempatan upacara bendera ini, sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita kembali merenungkan apa sumbangsih yang telah kita berikan demi kejayaan masyarakat, bangsa dan negara, serta kita renungkan apa yang terjadi pada diri dan bangsa ini," tegasnya.

Kasum TNI menuturkan bahwa bangsa Indonesia berkomitmen untuk membangun persatuan Indonesia dalam keberagaman Bhineka Tunggal Ika (unity in diversity). Keberagaman bangsa Indonesia adalah anugerah guna mewujudkan harmoni yang harus dibangun dalam ruang toleransi.

"Inilah komitmen yang harus terus kita hidupkan menuju kemakmuran masyarakat dan bangsa, sekaligus menjadi pedoman bagi TNI dalam mengemban tugas dan pengabdian sebagai garda terdepan dan benteng terakhir bangsa dan negara," ujarnya.

Di sisi lain, katanya, terkait dengan perhelatan akbar Asian Games tahun 2018 yang akan berlangsung dari 18 Agustus-2 September 2018, yang akan dilaksanakan di Jakarta, Palembang dan Jawa Barat, merupakan hal penting yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

"Asian Games mempunyai nilai yang sangat strategis sebagai ajang penting untuk mempromosikan budaya dan pariwisata indonesia, sekaligus sebagai national branding Indonesia di panggung internasional. Untuk itu marilah kita jaga bersama dan dukung sepenuhnya perhelatan akbar tersebut agar pelaksanaannya sukses dan berhasil mengangkat citra Indonesia di mata dunia Internasional," jelasnya.

Kasum TNI menambahkan pula, hal yang cukup memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian bersama adalah peristiwa duka di awal bulan yang mendera saudara sebangsa di Lombok (NTB), guncangan gempa telah mengakibatkan ratusan orang tewas serta memporak-porandakan ribuan tempat tinggal dan sarana prasarana umum, sehingga puluhan ribu orang harus tinggal di pengungsian.

"Untuk itu marilah kita berdoa semoga segala penderitaan yang terjadi segera cepat dapat teratasi, serta kepada seluruh prajurit dan PNS TNI hendaknya dapat berempati dengan mengulurkan tangan untuk dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing," katanya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengatakan bahwa tetap waspada dan siap siaga dalam mengantisipasi perkembangan situasi agar tidak terdampak oleh tindakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 yang sudah memasuki tahapan awal.

"Pada kesempatan ini kembali saya perintahkan untuk selalu memegang teguh komitmen netralitas TNI, sesuai dengan konstitusi bahwa kita tidak memihak atau memberi dukungan dalam bentuk apapun kepada kontestan," tandasnya.

(Puspen TNI/Hadi)


Berita Terkait