Hadapi Tantangan Global, Wanita TNI Harus Tingkatkan Prajurit Profesional

Hadapi Tantangan Global, Wanita TNI Harus Tingkatkan Prajurit Profesional
 (Dok. Puspen)
 22 April 2018 13:03:44 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Dalam menghadapi tantangan global saat ini dan di masa depan, menuntut wanita angkatan bersenjata dalam hal ini wanita TNI harus meningkatkan peran dan kemampuannya sebagai prajurit profesional yang dapat berinteraksi dalam skala regional maupun internasional.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Umum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada acara pembukaan "The 1st Asia Pacific Military Women Seminar" dalam rangka apel bersama wanita TNI tahun 2018, bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jl Jenderal Gatot Subroto Kav 18-20 Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018).

Menurut dia, sebagai bagian yang terintegrasi dalam tubuh organisasi angkatan bersenjata, wanita TNI harus selalu melaksanakan proses penyempurnaan yang bertahap, bertingkat dan berlanjut.

"Tahapan proses tersebut diharapkan menghasilkan prajurit wanita profesional yang mampu menjawab berbagai tantangan tugas, baik dalam negeri maupun luar negeri," katanya.

Kasum TNI mengatakan bahwa emansipasi wanita di Indonesia khususnya bidang pertahanan, saat ini telah berkembang dinamis sesuai perkembangannya.

"Tentara Nasional Indonesia yang lahir dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan sesungguhnya telah menerima dan melihat langsung pengabdian prajurit-prajurit wanita saat perang kemerdekaan," ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa sebagai seorang prajurit, di satu sisi wanita angkatan bersenjata dituntut untuk terus memberdayakan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki, sehingga mampu tampil prima dalam melaksanakan tugas secara profesional.

Di sisi lain, wanita angkatan bersenjata juga turut bertanggungjawab terhadap keharmonisan dan keutuhan kehidupan rumah tangga, termasuk di antaranya memperhatikan dan memberikan pendidikan bagi anak-anak, ujarnya.

"Wanita angkatan bersenjata hendaknya berusaha untuk dapat berbuat yang terbaik dan secara tulus ikhlas dalam berkiprah di lingkungan angkatan bersenjata tanpa meninggalkan harkat, sifat dan ciri kodrati kewanitaannya," harapnya.

Ditambahkan Kasum TNI bahwa wanita angkatan bersenjata harus pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan tugasnya serta keluhuran norma budaya bangsa.

"Di manapun wanita angkatan bersenjata bertugas dan berada, akan selalu dapat dirasakan manfaat dan kontribusinya, dihargai dan dihormati eksistensinya," ucapnya.

Di sisi lain, lanjutnya, terkait peran serta wanita angkatan bersenjata dalam misi perdamaian dunia, sekarang ini wanita angkatan bersenjata dibutuhkan untuk bergabung pada misi tersebut.

"Banyak tugas-tugas yang membutuhkan peran wanita angkatan bersenjata, selain preferensi masyarakat yang merasa tidak tertekan dan tersudutkan bila berinteraksi dengan tentara wanita," ungkapnya.

(silvya)