GILL NET TURUNKAN PENANGKAPAN IKAN NELAYAN LAMONGAN

GILL NET TURUNKAN PENANGKAPAN IKAN NELAYAN LAMONGAN
 ilustrasi (istimewa)
 03 April 2017 11:52:15 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Banyak nelayan di Lamongan telah kehilangan mata pencaharian pasca terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen) Nomor 71 tahun 2016 tentang alat tangkap.

Untuk diketahui, Permen tersebut mengatur nelayan untuk menggunakan gill net atau jaring insang dalam menangkap ikan. Tujuannya, agar ekosistem laut tetap terjaga karena alat itu tidak berbahaya untuk kehidupan laut.

Namun, dampak tak menguntungkan justru menimpa nelayan di Lamongan. Pasalnya, pendapatan penangkapan ikan mereka berkurang bila melaut menggunakan gill net.

Hal itu merupakan aspirasi yang diserap oleh Komisi IV DPR ketika melakukan kunjungannya ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (31/3/2017) kemarin.

"Kami ingin mengetahui sejauh mana implementasi dan sosialisasi Permen 71 inii di masyarakat Lamongan. Sebab banyak masyarakat nelayan yang mengeluh hasil tangkapnya berkurang, bahkan ada yang sampai kehilangan mata pencaharian," kata Ketua Tim kunjungan Viva Yoga seperti yang dilansir laman DPR, Senin (3/4/2017).

"Para nelayan di Lamongan sudah sejak lama menggunakan Cangkrang dan Payang. Mereka tidak mau menggunkan gill net. Karena menggunakan gil net itu merugikan para nelayan," lanjutnya.

Sehubungan dengan itu, Komisi IV akan membahas masalah ini dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Rapat Kerja, dengan targetan mencari solusi yang menguntungkan.

"Kita berharap jangan sampai kebijakan pemerintah berdampak secara luas, sampai masyarakat nelayan tidak bisa melaut, pendapatan menurun karena kebijakan pemerintah. Kita akan minta pemerintah mencarikan slolusi terbaik," pungkasnya.

(hd/**)