Empat Tokoh Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Empat Tokoh Mendapat Gelar Pahlawan Nasional
 Presiden Joko Widodo (istimewa)
 09 November 2017 13:38:42 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017). Ada empat tokoh yang diberikan gelar pahlawan oleh Presiden Jokowi di upacara tersebut.

Untuk diketahui, penganugerahan gelar pahlawan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 115 TK Tahun 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Sementara, empat tokoh yang mendapat gelar pahlawan ini berasal dari empat provinsi berbeda. Mereka, ialah Alm TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Alm Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, Alm Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau dan Alm Lafran Pane dari Provinsi DI Yogyakarta.

Dilansir dari Kompas, plakat tanda jasa dan penghargaan gelar pahlawan nasional diberikan oleh Presiden Jokowi kepada masing-masih ahli waris.

Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Imam Supriyatno mengatakan, penganugerahan gelar pahlawan nasional ini memperhatikan petunjuk presiden.

Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tandan pahlawan, berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Pasal 26 tentang syarat khusus untuk gelar diberikan kepada seorang yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya melakukan sejumlah hal.

Pertama, pernah memimpin dan melaksanakan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan. Ketiga, melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebih tugas yang diembannya.

Keempat, pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara. Kelima, pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat martabat bangsa. Keenam, memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi.

(**)