EMPAT KELURAHAN di DEPOK DINYATAKAN WILAYAH ODF

EMPAT KELURAHAN di DEPOK DINYATAKAN WILAYAH ODF
 Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Noerzamanti Lies (istimewa)
 12 November 2016 14:13:01 wib
Share :

Kabar7, Depok - Sekitar empat kelurahan yang ada di tiga kecamatan di Kota Depok, Jawa Barat dinyatakan sebagai wilayah ODF (Open Defecation Free), yaitu kebiasaan tidak buang air besar (BAB) sembarang tempat.

Deklarasi ODF direncanakan akan dilaksanakan pada Sabtu, 12 November yang bertepatan dengan perayaan Hari Kesehatan Nasional yang digagas Dinas Kesehatan Kota Depok.

Adapun keempat kelurahan yang sudah melakukan ODF ini yaitu Kelurahan Depok Jaya (Kecamatan Pancoran Mas), Kelurahan Tapos (Tapos), Kelurahan Cisalak Pasar (Cimanggis) dan Kelurahan Curug (Cimanggis).

"Keempat kelurahan ini seluruh warganya sudah benar-benar tidak ada yang BAB sembarangan, juga sudah memiliki 'septictank' untuk pembuangan BAB-nya tersebut," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Noerzamanti Lies, di Depok pada Jumat (11/11/2016).

Dokter Lies sapaan akrab Kadis menambahkan, bahwa jumlah tersebut masih bisa bertambah lagi karena sudah ada beberapa kelurahan yang mengajukan ke Dinkes untuk diajukan sebagai kelurahan dengan ODF.

"Yang akan menyusul yaitu Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere dan Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos yang sudah dalam tahap verifikasi oleh tim dari Dinkes," kata dia.

"Selain itu, adapula Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos yang hanya dua rumah lagi yang belum memiliki 'septictank', Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya masih enam rumah, dan Kelurahan Harjamukti Kecamatan Cimanggis masih tujuh rumah lagi," katanya.

Dia berharap, keempat kelurahan yang sudah dinyatakan ODF mampu menularkan semangat kepada kelurahan yang lain. Bagi kelurahan yang sebagian dari warganya masih BAB sembarangan bisa semakin lebih intensif lagi melakukan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap masyarakat khususnya yang berada di kawasan pinggir sungai atau kali.

Bahkan, pihaknya juga membangun satu program guna mendorong masyarakat membuat sanitasi atau mandi, cuci, kakus (MCK) komunal berdasarkan keingian dan kebutuhan warga setempat.

"Jika masyarakat sudah ada kemauan untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, kita usahakan memberikan dana stimulan dan masyarakat bertanggung jawab dalam mengelolanya," katanya pula.(devi/hms)