Dua Tersangka Korupsi Kredit Bank Mandiri Telah Diperiksa

Dua Tersangka Korupsi Kredit Bank Mandiri Telah Diperiksa
 Gedung Kejaksaan Agung (dok. kabar7)
 09 Agustus 2017 11:21:34 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) tak hentinya mengusut kasus dugaan korupsi pemberian kredit dari PT. Bank Mandiri kepada PT. Central Stell Indonesia.

Dalam pengembangannya, tim penyidik Kejagung telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yakni MS alias HP atau Aping dan Direktur PT. Central Stell Indonesia, EWL.

Untuk diketahui, kedua saksi yang telah diperiksa Kejaksaan pada Selasa (8/8/2017) kemarin, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Para Tersangka memenuhi panggilan Penyidik dan dilakukan pemeriksaan dengan didampingi oleh penasihat hukum," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung M Rum di kantornya.

Sayangnya Rum tak membeberkan materi pemeriksaan yang dilayangkan terhadap dua orang tersangka itu.

Sebagai pelengkap, PT. Central Stell Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang peleburan dari besi bekas menjadi besi beton dan besi ulir untuk bahan bangunan yang didirikan pada tahun 2005.

Perusahaan tersebut mendapatkan fasilitas kredit dari Bank Mandiri (Persero), Tbk selama tahun 2011-2014.

Ternyata PT. CSI dalam mengajukan permohonan kredit kepada Bank Mandiri dilakukan dengan mengajukan data dan laporan keuangan tidak akurat.

Data tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan karena menyajikan laporan keuangan keuangan tidak secara seutuhnya, tidak menyajikan neraca keuangan dengan sebenarnya, yakni berupa arus kas, besaran utang kepada pemegang saham serta adanya informasi pembayaran Deviden dan pembayaran utang kepada pemegang saham.

Sementara dalam pengembangan kasus ini, pihak kejaksaan sendiri telah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 27 orang.

Adapun dua tersangka telah kini telah dipenjara di rutan yang berbeda. Tersangka MS alias HP atau Aping, ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Sedangkan EWL ditahan di Rumah Tahanan Negara Pondok Bambu Jakarta Timur.

(hadi)