Dua Gelombang Ideologi Asing Mengancam Generasi Muda

Dua Gelombang Ideologi Asing Mengancam Generasi Muda
  Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Ahmad Basarah (istimewa)
 09 Oktober 2017 10:54:10 wib
Share :

Kabar7, Lampung - Bangsa Indonesia kini menghadapi dua gelombang ideologi dunia atau transnasional, yaitu fundamentalisme pasar dan fundamentalisme agama.

Dua gelombang ini menjadi ancaman terhadap generasi muda Indonesia, dimana fundamentalis pasar menawarkan gaya hidup konsumtif dan fundamentalisme agama mengarahkan pada radikalisme.

Untuk menghidari dua gelombang ideologi tersebut, maka perlu ditanamkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Ahmad Basarah dalam kegiatan sosialisasi empat pilar yang diikuti oleh anggota Resimen Mahasiswa di Lampung, Minggu (8/10) malam, yang dikutip dari Antaranews, Senin (9/10/2017).

"Untuk itulah MPR mensosialisasikan nilai-nilai empat pilar MPR RI ke seluruh penjuru Indonesia termausk kalangan pemuda dan pelajar agar mereka memiliki daya tahan ideologis menghadapi infiltrasi ideologi-ideologi asing," katanya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar berhati-hati dan waspada terhadap praktik memecah belah persatuan.

"Kita jangan salah menganalisa musuh bangsa. Musuh kita adalah kelompok yang hendak mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi-ideologi lainnya sehingga sangat tidak tepat bila kita memusuhi saudara-saudara sebangsa hanya karena berbeda suku, agama, ras dan golongannya," katanya.

Disebutkan olenya, salah satu ancaman terbesar terhadap generasi muda Indonesia adalah bentuk-bentuk gerakan radikalisme agama yang masuk ke lingkungan kampus. Gerakan ini menawarkan paham-paham yang tidak sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa.

Ahmad Basarah mengatakan seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyebaran ideologi dan paham-paham yang tak sesuai tersebut.

"Pemudalah yang harus berada di depan, pemudalah yang memegang obor untuk mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila agar tidak bisa masuk ke dalam kampus, " tegasnya.

(**)