DPR Minta Kedepankan Intelijen Cegah Aksi Teroris

DPR Minta Kedepankan Intelijen Cegah Aksi Teroris
 Ilustrasi (istimewa)
 17 Mei 2018 18:08:22 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengingatkan perlunya mengedankan operasi intelijen dalam rangka untuk mencegah aksi teror yang selama beberapa waktu terakhir ini terjadi di sejumlah daerah.

"Di mana pun aksi teror, mestinya lebih mengedepankan aksi intelijen untuk operasi preventif," kata Mardani Ali Sera dalam rilis di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Menurut Mardani Ali Sera, aksi tindakan pencegahan tersebut bisa dilakukan dengan melibatkan banyak pihak mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

Politisi PKS itu juga menilai bahwa penguatan basis intelijen untuk memberantas terorisme sudah sangat mendesak sehingga tepat bila Polri menggandeng TNI untuk bekerja sama dalam menggelar operasi antiterorisme.

Dia berpendapat bahwa aksi menyerang tanpa didahului data intelijen malah memperluas dan tidak menyelesaikan masalah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan bekerja sama untuk mengamankan Indonesia jelang bulan puasa.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri, Panglima dan Kepala BIN untuk terus menjaga, mengendalikan keamanan dan mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan sosial kita karena besok kita segera menyongsong pelaksanaan ibadah puasa," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/5).

Presiden pun meminta agar para menteri dan kepala badan lembaga non-kementerian menyampaikan bahwa Indonesia tetap aman dan pemerintah fokus bekerja.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya adalah orang-orang terlatih yang mengerti dan mengetahui cara menghindari intelijen.

"Mereka orang-orang terlatih, mengerti cara menghindari intelijen kita," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Surabaya, Minggu (13/5).

Tito mengaku timnya sudah mendapatkan buku manual mereka yang berisi tentang cara menghindari komunikasi, bertahan hidup, hingga mengontra interogasi.

Untuk itu, Kapolri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu melawan terorisme.

(antara)